MAKALAH
PROSES
FISIOLOGI DAN PERUBAHAN YANG TERJADI PADA MAKHLUK HIDUP
Dosen Pengampu
Hesty Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd
Disusun oleh :
Nama : NOVA FIRDA YENA
NIM :
1603005
Program : S1 Pendidikan
Biologi
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU
PENDIDIKAN
TUNAS PALAPA
Lampung Tengah
2018 / 2019
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
karunianya sehingga atas segala bimbingan dan petunjuknya. Penulis dapat
menyelesaikan makalah tentang
fisiologi dan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup.
Keberhasilan makalah ini
berkat kerja keras dan atas bantuan berbagai pihak. Untuk itu kami menyampaikan
terimakasih kepada semua pihak.
Atas
segala bantuan, bimbingan dan petunjuknya. Semoga Allah SWT memberikan balasan
yang baik. Semoga makalah ini
berguna bagi pembaca. Penulis mengakui bahwa makalah ini memiliki keterbatasan dalam
berbagai hal oleh karena itu tidak ada yang terselesaikan dengan sempurna.
Begitu pula dengan makalah ini.
Maka dari itu kritik dan saran penulis harapkan.
Terusan Nunyai, April 2018
Penulis
Nova Firda Yena
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL.......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR
ISI...................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang.......................................................................................... 1
1.2 Tujuan........................................................................................................ 1
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Darah........................................................................................................ 2
2.2 Sistem peredaran darah............................................................................ 18
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 33
3.2 Saran......................................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN
.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam tubuh manusia, ada alat transportasi yang
berguna sebagai pengedar oksigen dan zat makanan ke seluruh sel-sel tubuh serta
mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke organ pengeluaran. Alat transportasi
pada manusia terkoordinasi dalam suatu sistem yang disebut sistem peredaran
darah. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung, dan pembuluh
darah.
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk
hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi untuk mengirimkan
zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan
kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau
bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo
atau hemato yang berasal dari kata Yunani yang berarti haima yang berarti
darah. oleh karena itu untuk mengetahui
lebih jelas tentang darah dan peredaran darah. Penulis memperdalam mengenai darah dan peredaran darah,dan akan dibahas
dalam makalah ini yang berjudul proses
fisologi dan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup.
1.2 Tujuan
- Mengetahui fungsi darah, komponen darah, hemoglobin, figmen
respirasi lain,hemolisa, krenasi dan
fragilitas, pembentukan darah, hematropit,menghitung jumlah sel darah.
- Mengetahui sistem peredaran darah ,sifat fungsional
jantung , struktur jantung,konduksi dan persyaratan pada jantung ,asas
dinamika zat alir,tekanan darah dan
kerja jantung
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Darah
Darah
adalah cairan tubuh pada manusia dan hewan lainnya yang mengangkut senyawa
penting seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel dan mentranspor produk buangan
metabolik dari sel.
a.
Fungsi
darah
-
Transportasi : Darah mengangkut oksigen dari
paru-paru ke sel-sel yang berada di tubuh, yang akan digunakan untuk respirasi
seluler/metabolisme
seluler. Karbon dioksida yang diproduksi
saat metabolisme dibawa kembali ke paru paru oleh darah, yang kemudian kita
hembuskan keluar saat bernafas. Darah juga menyediakan sel-sel nutrisi,
mentranspor hormon-hormon dan membuang produk buangan.
-
Regulasi : Darah membantu menjaga tubuh
dalam keseimbangan. Contohnya, darah membuat suhu tubu terjaga, hal ini
dilakukan melalui plasma darah, yang bisa mengabsorbsi panas. Ketika pembuluh
darah meluas, darah mengalir lebih lambat dan hal ini menyebabkan panas hilang.
Ketika suhu lingkungan turun, pemuluh darah bisa mengerut agar kehilangan panas
bisa ditekan.
-
Proteksi : Jika pembuluh darah rusak
(contohnya jika tangan berdarah), trombosit bertindak sebagai penyumbat dalam
area yang terluka, untuk mencegah kehilangan darah lebih lanjut. Selain itu,
sel darah putih dan senyawa messenger lainnya memainkan peran penting dalam
sistem kekebalan tubuh.
b.
Komponen
darah dan fungsinya
Secara definisi, darah adalah cairan yang bergerak melalui pembuluh darah
di sistem sirkulasi. Pada tubuh manusia, darah terbagi menjadi plasma, sel darah merah dan putih, dan sel trombosit.
-
Plasma
komponen utama dari darah yang terdiri dari air dengan campuran protein,
ion, nutrisi, dan zat buangan. Plasma ini terdiri dari 90% air dan 10% sisanya
adalah ion, protein, nutrisi, zat buangan dan gas. Ion, protein dan molekul
lainnya dalam plasma memainkan peran penting dalam menjaga pH darah dan
keseimbangan osmotik. Beberapa molekul dalam plasma memiliki peran yang
spesifik.
Contohnya yaitu hormon yang berperan sebagai sinyal jarak jauh, antiodi
yang mengidentifikasi dan menyerang patogen, dan faktor pembekuan yang
membentuk pembekuan darah pada daerah luka. Lipid, seperti kolestrol, juga
dibawa oleh plasma, tetapi lipid ini harus dibawa oleh protein khusus karena
lipid tidak bisa bercampur dengan air.
-
Sel darah merah
Sel darah merah ini memiliki fungsi untuk membawa oksigen dan karbon
dioksida yang nantinya digunakan dalam respirasi seluler dan metabolisme. Sel
darah merah ini adalah sel khusus yang mensirkulasi ke seluruh tubuh dan
membawa oksigen ke jaringan. Pada manusia, sel darah merah ini berukuran kecil
(hanya 7 samai 8 mikro meter) dan tidak memiliki organel mitokondria
dan nukleus (inti sel) ketika dewasa.)
Karakteristik-karakteristik ini memungkinkan sel darah merah untuk
melaksanakan tugas sebagai pembawa molekul oksigen dengan efektif. Ukuran yang
kecil membuat pertukaran gas menjadi mudah, sedangkan ketidakhadiran nukleus
membuat ruang tambahan untuk hemoglobin, protein
penting yang digunakan dalam transpor oksigen. Ketidakadaan mitokondria membuat
sel darah merah tidak menggunakan oksigen yang ia bawa (karena fungsi sel darah
merah ini membawa oksigen dan memberikannya kepada yang membutuhkan).
Pada organ paru paru, sel darah merah mengambil oksigen dan
mensirkulasikannya ke seluruh tubuh, ia melepaskan oksigen ke jaringan di
sekitarnya. Sel darah merah juga memainkan peran penting dalam transpor karbon
dioksida (produk buangan). Sel darah merah mempunyai umur 120 hari, sel yang
tua atau rusak akan dihancurkan di hati, dan sel yang baru akan diproduksi di
tulang sum-sum. Produksi sel darah merah ini dikendalikan oleh hormon erythropoietin, yang
dilepaskan oleh organ ginjal.
-
Sel darah putih
Sel darah putih adalah bagian dari sistem imun yang berfungsi sebagai
respon kekebalan tubuh. Sel yang mempunyai nama lain leukocytes ini lebih sedikit jumlahnya
dari pada sel darah merah, yaitu sekitar 1% dari sel yang ada di darah. Fungsi
sel darah putih bereda dengan sel darah merah, fungsinya yaitu sebagai respon
kekebalan tubuh, mengidentifikasi dan menetralisir invasi dari patogen seperti
bakteri dan virus
Meskipun jumlah sel darah putih lebih sedikit. tetapi ukuran sel darah putih
lebih besar dari sel darah merah, dan mempunyai nukleus serta mitokondria,
tidak seperti sel darah merah. Sel darah putih dibagi menjadi 2 kelompok
menurut penampilannya jika dilihat melalui mikroskop, yaitu granulocytes dan agranulocytes.
Granulocytes: Kelompok ini mempunyai granula pada sitoplasmanya ketika dilihat melalui
mikroskop. Kelompok ini terdiri dari neutrophils, eosinophils, dan asophils.
Agranulocytes: Kelompok ini tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Yang termasuk
dalam kelompok ini adalah monocytes dan lymphocytes.
Setiap jenis sel darah putih ini memainkan peran yang spesifik dalam
pertahanan tubuh. Contohnya, beberapa sel darah putih berperan dalam menelan
dan menghancurkan patogen, sementara yang lainnya mengidentifikasi mikroorganisme
spesifik dan meluncurkan respons kekebalan tubuh untuk melawannya. Daya hidup
sel darah putih tergantung dari jenis sel darah putihnya, dan sel baru
diproduksi di tulang sum sum.
-
Trombosit
Trombosit bertanggung jawab terhadap pemekuan darah. Trombosit ini adalah
pecahan sel yang terlibat dalam pembekuan darah. Trombosit diproduksi ketika
sel yang besar, megakaryocytes dipecah menjadi kepingan, setiap
satu sel ini akan memuat 2000 sampai 3000 trombosit. Trombosit biasanya
berbentuk disk dan kecil, berukuran sekitar 2 sampai 4 mikrometer.
Ketika misalnya jari kita terkena pisau dan berdarah, trombosit tertarik ke
tempat luka dan membentuk semacam penyumbat yang lengket. Trombosit kemudian
melepaskan sinyal, yang tidak hanya menarik trombosit lainnya, tetapi juga
mengaktifkan sinyal yang mengkonversi fibrinogen (protein larut air yang ada di
plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak larut dalam air).
Fibrin kemudian membentuk benang benang yang memperkuat penyumbat trombosit,
agar mencegah kehilangan darah semakin banyak)
Pembuatan bagian-bagian darah berasal dari sel induk (stem cells). Pada sel
darah dewasa, biasanya sel diproduksi di tulang sum-sum. Macam macam sel darah
merah berkembang dalam beberapa tahap dari sel induk menuju sel darah atau
trombosit. Sel darah putih seperti lymphocytes tidak dewasa hanya di tulang
sum-sum, tapi tumbuh juga di kelenjar getah gening. Ketika sel-sel selesai
tumbuh, ia dilepaskan ke peredaran darah. Beberapa senyawa messenger mengatur
produksi sel-sel darah. Hormon erythropoietin, yang diproduksi di ginjal,
mendorong produksi sel-sel darah merah, sementara cytokine menstimulasi
produksi sel sel darah putih.
Kesimpulannya, darah adalah komponen penting pada organisme hewan,
khususnya manusia. Darah berfungsi sebagai pengangkut oksigen untuk digunakan
dalam respirasi seluler, sebagai mekanisme sistem imun tubuh, dan sebagai
pengatur metabolisme tubuh. Komponen darah terdiri dari plasma, sel darah
merah, sel darah putih, dan trombosit. Masing-masing komponen ini mempunyai
fungsi yang bervariasi dalam metabolisme tubuh.
c.
Hemoglobin
Hemoglobin
adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam
sel darah
merah yang berfungsi sebagai
pengangkut oksigen dari paru- paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon
dioksida kembali menuju paru-paru untuk
dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut
hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel
sabit dan talasemia Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan
oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein
globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari.
1. Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit
protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang
terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan
berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000
Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton.
Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan
hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:
a.
Reaksi
bertahap:
b.
Hb + O2 <-> HbO2
c.
HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2
d.
Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3
e.
Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4
f.
Reaksi
keseluruhan:
g.
Hb + 4O2 -> Hb(O2)4
d.
Derivat
hemoglobin
-
Oksihemoglobin
Hemoglobin tanpa oksigen (hemoglobin tereduksi) adalah ungu muda.
Hemoglobin teroksidasi penuh, dengan tiap pasangan hem + globin membawa 2 atom
oksigen, berwarna kuning merah: 1 gram hemoglobin membawa 1, 34 ml oksigen
(Baron.D.N , 1995 )
-
Karboksihemoglobin
Karbon monoksida yang terikat ke hemoglobin 200 kali lebih besar daripada oksigen,
sehingga adanya karbon monoksida lebih mungkin terbentuk karboksihemoglobin.
Karboksihemoglobin berwarna merah cheri, terutama di dalam larutan encer. (
Baron. D.N, 1995)
-
Methemoglobin
Merupakan hematin – globin yang mengandung Fe3+ OH. Pada metabolisme
hemoglobin normal diedarkan oleh autooksidasi dan reduksi melalui
methemoglobin. Methemoglobin adalah coklat dan methemoglobi dapat dicurigai
dari warna pasien dan darah yang diencerkan serta didiagnosa dengan
spektroskopi diferensial.( Baron. D.N, 1995 )
-
Sulphemoglobin
Merupakan struktur yang tidak tetap, yang berhubungan dengan methemoglobin
dan juga tak dapat mengangkut oksigen pernafasan. Sulphemoglobin juga berwarna coklat,
diagnose adanya zat ini memerlukan spektroskopi dan tes kimia. ( Baron.D.N,
1995 )
-
Hemoglobin
Terglikosilasi
Hemoglobin yang diikat ke glukosa untuk membentuk derivate yang stabil bagi
kehidupan eritrosit. Kemana eritrosit terpapar selama kira – kira 2 bulan
sebelumnya dan pada orang sehat tidak melebihi sekitar 8,5 % dari hemoglobin
kita. ( Baron.D.N, 1995 )
-
Mioglobin
Hemoglobin yang disederhanakan ini terdiri dari satu hem + globin yang
mengandung satu atom Fe dengan berat molekul sekitar 17.000. Ia terdapat di
dalam otot rangka dan otot jantung.( Baron.D.N, 1995 )
-
Haptoglobin
Merupakan α2- globulin spesifik, yang mengikat hemoglobin pada
globin,Batas rujukan bagi haptoglobin plasma total adalah 0,3 – 1,8 gram/liter.
Fungsi haptoglobin adalah untuk mengkonservasi besi setelah hemolisa
intravaskuler. haptoglobin bertanggung jawab terhadap ambang ginjal bagi
hemoglobin. ( Baron.D.N, 1995 )
-
Hemopoksin
Merupakan β1 - glikoprotein yang terikat dengan sisa hemoglobin.
Konsentrasinya didalam plasma yang normal sekitar 0,5 gram/liter(Baron.D.N,
1995)
-
Methemalbumin
Komponen ini merupakan hematin + albumin. Ia berwarna coklat adanya didalam
plasma selalu abnormal. Methemalbumin dibentuk setelah hemolisa intravaskuler
yang hebat. Bila haptoglobin dan hemopoksin telah disaturasi ( Baron.D.N, 1995
)
-
Hemoglobinemia
dan Hemoglobinuria
Hemolisa intravaskuler dari sebab apapun melepaskan hemoglobin kedalam
sirkulasi dan bertanggung jawab sekitar 10% pemecahan eritrosit. Hemoglobin
difiltrasi melalui glomerulus sebagai dimer serta dapat direabsorbsi dan
dimetabolis di dalam tubulus.(Baron.D.N1995)
e.
Pigmen
respirasi lain
-
Klorokluorin
mengandung Fe 1,2%,BM 3.000.000, terdapat dalam plasma dan berwarna
hijau,afinitas terhadap O2 lebih rendah dari Hb,Contoh = Terdapat pada
Polychaeta
-
Eritokruorin
mengandung Fe,BM 1000.000,terdapat dalam plasma, Contoh ;pada protozoa dan
larva beberapa insekta
-
Hemeritrin
berwarna violet ,mengandung Fe sebanyak
3x dari yang terdapat dalam Hb
,Fe tidak terdapat dalam porfirin tapi terikat langsung pada protein, BM
120.000 terdapat dalam sel darah Contoh = cacing laut megaloma
-
Hemosianin
mengandung Cu yang terikat langsung pada protein ,tidak mengandung porfirin
BM 400.000-700.000 terdapat dalam plasma,Contoh =pada crustasea,artropoda
-
Hemokrupein =
terdapat dalam sel darah merah biri- biri,kuda, dan sapi mengandung Cu dan
mempunyai BM 35.000
f.
Hemolisa
Hemolisa adalah pecahnya
membran eritrosit, sehingga hemoglobin besar di dalam medium dapat bebas dan
berada di sekelilingnya. Kerusakan
membran eritrosit dapat disebabkan oleh penambahan larutan hipotonis,
hipertonis ke dalam aliran darah. Penurunan tekanan permukaan membran
eritrosit, zat/unsur kimia tertentu, pemanasan dan pendinginan akan menyebabkan
rapuh karena ketuaan dalam sirkulasi darah dan lain-lain. Apabila medium
disekitar wajah atau permukaan eritrosit menjadi hipotonis (karena penambahan
larutan NaCl), maka medium tersebut akan masuk kedalam eritrosit melalui
membran yang bersifat semipermeabel dan dapat berakibat sel eritrosit
mengembang. Bila membran tidak kuat lagi menahan tekanan yang ada dalam sel
eritrosit itu sendiri, maka sel itu akan pecah dan akibatnya hemoglobin akan
bebas melalui sekelilingnya. Sebaliknya bila eritrosit akan menuju keluar
eritrosit, akibatnya eritrosit akan keriput atau krenasi. Keriput ini dapat
dikembalikkan dengan cara menambahkan cairan isotonis.
g.
Krenasi
krenasi kontraksi atau pembentukan nokta tidak normal di
sekitar pinggir sel setelah dimasukkan ke dalam larutan hipertonik karena
kehilangan air melalui osmosis. Secara etimologi krenasi berasal dari bahasa
yunani yakni “Crenatus”. Krenasi terjadi karena lingkungan hipertonik (sel
memiliki larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan larutan
disekitar luar sel. Osmosis menyebabkan pergerakan air keluar dari sel yang damenyebabkan sitoplasma berkurang
volumenya, sebagai akibat sel mengecil atau mengkerut.
Pada
manusia yang sehat derajat hemolisa darahnya dapat disebabkan oleh kinain pada
konsentrasi 10-9m dengan level darah 5 x 10-5. Hal ini mungkin juga berlaku
bagi darah penderita malaria. Pada konsentrasi 10-6 metabolik kinin menimbulkan
derajat hemolisis yang lebih tinggi daripada kinin dengan konsentrasi 10-2.
krenasi adalah proses pengkersel darah akibat adanya utan adalah
proses pengkerutan sel darah akibat adanya larutan hipotonis dan hipertonis.
Faktor penyebab krenasi yaitu adanya peristiwa osmosis yang menyebabkan adanya
pergerakan air dalam sel sehingga ukuran sel menjadi berkurang atau mengecil.
Proses yang sama juga terjadi pada tumbuhan yaitu plasmolisis dimana sel
tumbuhan juga mengecil karena dimasukkan dalam larutan hipertonik. Krenasi ini
dapat dikembalikkan dengan cara menambahkan cairan isotonis ke dalam medium
luar eritrosit.
h.
Fragilitas
Fragilitas adalah gambaran kemampuan membran eritrosit menahan bertambahnya
tekanan osmotik dalam sel akibat masuknya air dari medium
Keadaan normal eritrosit akan mengalami hemolisa bila tekanan osmotik
mediumnya sama dengan 0,4% NaCl.
Bila eritrosit mengalami hemolisa pada konsentrasi larutan di atas 0,4%,
maka eritrosit tersebut lebih rapuh dari eritrosit normal , contoh : sel
eritrosit muda (yang muncul di dalam peredaran akibat terjadi infeksi/inflamasi
atau kerusakan jaringan
i.
Pembentukan sel darah (Hemopoesis / hematopoiesis)
Hemopoesis atau Hematopoiesis merupakan sebutan untuk proses pembentukan
darah. Tempat terjadinya hemopoesis pada manusia berpindah pindah sesuai dengan
berkembangnya tubuh. Pada saat masih berbentuk janin umur 0-2 bulan dalam
kandungan, pembentukannya terjadi di kantung kuning telur, janin umur 2-7 bulan
membentuknya di hati atau limpa dan janin umur 5-9 bulan telah membuat sel
darahnya dari sumsum tulang. Pada bayi, pembentukannya terjadi di sumsum
tulang. Sedangkan saat dewasa, terjadi di tulang iga, sternum, tulang
tengkorak, sacrum dan pelvis, ujung proksimal femur.
Pada orang dewasa dalam keadaan fisiologik semua
hemopoesis terjadi pada sumsum tulang. Kecepatan pembentukan sel darah
dikendalikan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Beberapa faktor yang mempengaruhi
proses pembentukan sel darah di antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral,
hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang
hematopoietik.
j.
Hematokrit
Hematokrit adalah jumlah sel darah merah
dalam darah sehingga dengan melakukan pemeriksaan hematokrit maka akan kita
dapatkan hasil perbandingan jumlah sel darah merah (eritrosit) terhadap volume
darah.
Hematokrit
Normal Standar normal antar laboratorium satu dengan lainnya bisa terdapat
perbedaan, yang kelas rentang hematokrit normal tergantung pada jenis kelamin
dan usia pasien. Nilai normal hematokrit yang sering digunakan adalah sebagai
berikut: Pria dewasa: 38,8-50 persen Wanita dewasa: 34,9-44,5 persen Anak-anak:
33 -38% Anak-anak usia 15 tahun atau di bawahnya memiliki satu set terpisah
karena kadar hematokrit (Ht) berubah dengan cepat seiring pertambahan usia.
Laboratorium khusus akan menganalisis hasilnya untuk menentukan rentang
hematokrit normal bagi anak usia tertentu
Hematokrit
Rendah Jika diketahui kadar hematokrit terlalu tinggi atau - ---terlalu rendah, maka dapat
menunjukkan berbagai masalah kesehatan. Kadar hematokrit rendah dapat
menunjukkan adanya: penyakit sumsum tulang penyakit inflamasi kronik kekurangan
nutrisi seperti zat besi, folat, atau vitamin B-12 pendarahan di organ-organ
dalam anemia hemolitik gagal ginjal leukemia limfoma anemia sel sabit
Hematokrit
Tinggi Sedangkan kadar hematokrit yang tinggi dapat menunjukkan: Penyakit
jantung bawaan tumor ginjal dehidrasi penyakit paru-paru polisitemia vera Demam
berdarah akibat kebocoran plasma. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, beritahu
dokter jika Anda baru saja menjalani transfusi darah atau sedang hamil.
Kehamilan dapat menurunkan kadar nitrogen urea darah (BUN) yang ditandai dengan
meningkatnya cairan dalam tubuh sehingga kadar hematokrit lebih rendah.
Transfusi darah yang baru saja dijalani juga dapat mempengaruhi hasil
pemeriksaan. Jika Anda tinggal di dataran tinggi, kadar hematokrit cenderung
lebih tinggi karena jumlah oksigen yang lebih rendah sehingga sebagai
kompensasinya tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah merah.
k.
Menghitung
jumlah sel darah
Leukosit, Eritrosit dan Trombosit dihitung setelah diencerkan. Pada
laboratorium besar, penghitungan dilakukan secara elektronik dan pengenceran
otomatis sehingga memberikan hasil yang sangat akurat. Selanjutnya cara ini tak
dibahas. Selain itu, masih ada cara manual yang tetap diperlukan hingga saat
ini yaitu menggunakan pipet dan kamar hitung
-
Penghitungan Leukosit
Untuk menghitung lekosit, darah diencerkan dalam pipa lekosit lalu
dimasukkan ke dalam kamar hitung. Pengencer yang digunakan adalah larutan Turk.
Langkah-langkah pemeriksaan yang diterapkan adalah:
Hisap darah kapiler, darah EDTA atau darah oksalat sampai tanda 0,5
Hapus kelebihan darah di ujung pipet
Masukkan ujung pipet ke dalam larutan Turk dengan sudut 45o, tahan agar
tetap di tanda 0,5. Isap larutan Turk hingga mencapai tanda 11. Jangan sampai
ada gelembung udara
Tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet penghisap
Kocok selama 15-30 detik
Letakkan kamar hitung dengan penutup terpasang secara horisontal di atas
meja
Kocok pipet selama 3 menit, jaga agar cairan tak terbuang dari pipet
Buang semua cairan di batang kapiler (3-4 tetes) dan cepat sentuhkan ujung
pipet ke kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup dengan sudut 30o.
Biarkan kamar hitung terisi cairan dengan daya kapilaritas
Biarkan 2-3 menit supaya lekosit mengendap
Gunakan lensa obyektif mikroskop dengan pembesaran 10 kali, fokus dirahkan
ke garis-garis bagi.
Hitunglah Leukosit di empat bidang besar dari kiri atas ke kanan, ke bawah
lalu ke kiri, ke bawah lalu ke kiri dan seterusnya. Untuk sel-sel pada garis,
yang dihitung adalah pada garis kiri dan atas.
Jumlah lekosit per
μL darah adalah: jumlah sel dikali dengan 50.
-
Penghitungan Eritrosit
Untuk menghitung eritrosit, darah diencerkan dalam pipa eritrosit lalu
dimasukkan ke dalam kamar hitung. Pengencer yang digunakan adalah larutan
Hayem. Langkah-langkah pemeriksaan yang diterapkan adalah:
Hisap darah kapiler, darah EDTA atau darah oksalat sampai tanda 0,5
Hapus kelebihan darah di ujung pipet
Masukkan ujung pipet ke dalam larutan Hayem dengan sudut 450, tahan agar
tetap di tanda 0,5. Isap larutan Hayem hingga mencapai tanda 101. Jangan sampai
ada gelembung udara Tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet
penghisap
Kocok selama 15-30 detik
Letakkan kamar hitung dengan penutup terpasang secara horisontal di atas
meja
Kocok pipet selama 3 menit, jaga agar cairan tak terbuang dari pipet
Buang semua cairan di batang kapiler (3-4 tetes) dan cepat sentuhkan ujung
pipet ke kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup dengan sudut 300.
Biarkan kamar hitung terisi cairan dengan daya kapilaritas
Biarkan 2-3 menit supaya eritrosit mengendap
Gunakan lensa obyektif mikroskop dengan pembesaran 40 kali, fokus dirahkan
ke garis-garis bagi dalam bidang besar yang tengah.
Hitunglah eritrosit di 5 bidang sedang yang masing-masing tersusun atas 16
bidang kecil, dari kiri atas ke kanan, ke bawah lalu ke kiri, ke bawah lalu ke
kiri dan seterusnya. Untuk sel-sel pada garis, yang dihitung adalah pada garis
kiri dan atas.
Jumlah lekosit per μL darah adalah: jumlah sel dikali dengan 10000
-
Penghitungan trombosit
Ada 2 cara penghitungan trombosit yaitu cara langsung dan cara tak
langsung. Cara tak langsung tidak dibahas dalam kuliah ini. Untuk menghitung
trombosit secara langsung, darah diencerkan dalam pipet eritrosit lalu
dimasukkan ke dalam kamar hitung. Pengencer yang digunakan adalah larutan Rees
Ecker. Langkah-langkah pemeriksaan yang diterapkan adalah:
Hisap cairan Rees Ecker sampai tanda “1” dan buang lagi cairan tersebut
Hisap darah sampai tanda 0,5 dan cairan Rees Ecker sampai tanda 101 lalu
kocok selama 3 menit
Lanjutkan langkah-langkah seperti penghitungan eritrosit
Biarkan kamar hitung selama 10 menit dalam posisi horisontal supaya
trombosit mengandap
Hitunglah trombosit dalam seluruh bidang besar tengah dengan lensa obyektif
besar
Jumlah trombosit per μL darah adalah: jumlah trombosit dikali dengan 2000
2.2 Sistem Peredaran Darah
a. Sistem Peredaran Darah
- Sistem peredaran
darah manusia, atau yang disebut juga sistem kardiovaskuler merupakan suatu sistem
pemindahan nutrisi dan zat-zat tertentu melalui sistem peredaran darah dari
jantung ke seluruh sel-sel organ dalam tubuh, dan begitu pula sebaliknya. Darah
memiliki dua sistem peredaran, yaitu :
1. Sistem
peredaran darah terbuka
2. Sistem
peredaran darah tertutup
Sehingga perlu diketahui juga bahwa manusia sebagai makhluk hidup
memiliki sistem peredaran darah tertutp karena jika darah pada tubuh manusia
tidak akan pernah keluar dari pembuluh darah vena, arteri atau kapiler. Darah
yang beredar dalam tubuh manusia membawa zat-zat penting seperti asam amino,
oksigen, karbondioksida, elektrolit, hormon, dan sebagainya ke sel-sel di
seluruh tubuh, dan membawa zat-zat hasil sekresi ke sel-sel organ yang bertugas
membersihkannya seperti ginjal, liver, dan sebagainya.
Mekanisme peredaran
darah pada Manusia manusia memiliki fungsi yang amat penting
demi kelangsungan hidup organ-organ penting di dalamnya. Sistem ini membantu
menstabilkan pH dan suhu tubuh, menutrisi sel-sel, dan melawan penyakit. Pada
sistem ini, cara kerja
jantung,
pembuluh darah, dan darah memiliki peranan terpenting dalam sistem. Bagaimana
ketiga organ dan jaringan berperan dan saling terkait dalam sistem akan
dijelaskan dalam struktur sistem peredaran darah.
Sistem Peredaran Darah Manusia
Dalam struktur sistem peredaran darah manusia, alat
peredaran darah manusia yang sangat penting adalah jantung, darah,
dan pembuluh darah.
b.
Sifat Fungsional Jantung
1. Irritabilitas = eksitabilitas = kemampuan jantung
untuk mengadakan respons bila dirangsang (terdapat platau atau dataran agar
penampungan darah lebih banyak ke jantung)
2. Kontraktilitas = kemampuan jantung untuk mengadakan
kontraksi (sistol) & relaksasi (diastol)masa diastol lebih panjang dari
sistol
3. Konduktivitas = kemampuan jantung untuk merambatkan
impuls dari bagian jantung
4. Otomatisitas & ritmisitas = kemampuan jantung
untuk berdenyut secara otomatis & ritmis
5. Masa refrakter yg
lama(refrakter=kehilangan sifat no. 1)
c. Struktur Jantung konduksi
Sistem konduksi jantung berfungsi menghantarkan impuls dari pemacu (pace
maker) ke seluruh otot jantung sehingga terjadi kontraksi yang ritmis dan terus
menerus. Sistem konduksi jantung tersusun atas:
1. Nodus sinoatrialis (NSA) yang terletak pada dinding serambi kanan,
sebagai pace maker (asal mula denyut jantung) ditemukan oleh Keith dan Flack.
2. Nodus atrioventrikularis (NAV) yang terletak di dekat sekat
atrioventrikuler.
3. Berkas artrioventrikularis (HIS), yang bercabang-cabang membentuk
serabut Purkinje. Ditemukan oleh Wilhelm His (Jerman) dan E. Purkinje (Swedia).
Otot jantung mempunyai kemampuan berkontraksi secara mandiri
(autostimulasi) dan tidak tergantung dari impuls saraf. Sel-sel otot jantung
yang telah diisolasi dapat berdenyut dengan iramanya sendiri. Pada otot
jantung, sel-sel ini sangat erat berhubungan dan terjadi pertukaran informasi
dengan adanya gap junction pada diskus interkalaris. Bagian parasimpatis dan
simpatis sistem autonom mempersarafi jantung membentuk pleksus-pleksus yang
tersebar luas pada basis jantung.
Di daerah-daerah yang dekat dengan simpul sinoatrial dan atrioventrikuler,
terdapat sel-sel saraf ganglion dan serabut-serabut saraf. Saraf-saraf ini
mempengaruhi irama jantung, dimana perangsangan bagian parasimpatis (nervus
vagus) menimbulkan perlambatan denyut jantung, sedangkan perangsangan saraf
simpatis mempercepat irama pace maker.
Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya
akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri
terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh,
kecuali paru-paru. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan
secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok
secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi
kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke
kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini
selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat
bilik-bilik berkontraksi secara serentak.
d.
Persyarafan Jantung
Persyarafan jantung tersusun atas sistem yang menimbulkan dan menghantarkan
impuls pada jantung. Jantung diinervasi (disarafi) oleh saraf otonom yang
terdiri atas saraf simpatis (epinefrin) dan parasimpatis (norepinefrin).
1. Simpatis berperan meningkatkan frekuensi denyut jantung dan kekuatan
kontraksi jantung. Dengan demikian, rangsangan saraf simpatis akan berakibat
meningkatnya kekuatan dan frekuensi denyut jantung.
2. Parasimpatis (norepinefrin) berperan sebaliknya, rang-sangan saraf parasimpatis
akan menurunkan kekuatan dan frekuensi denyut jantung.
Periode kontraksi ini disebut sistol (systole). Selanjutnya periode ini
diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek, kira-kira 0,4 detik, yang
disebut diastol(diastole), sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinoatrialis
menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung
sedang santai. Produksi impulsimpuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian
sistem saraf yang disebut sistem saraf otonom, yang bekerja diluar keinginan
kita. Sistem listrik melekat (built-in) inilah yang menghasilkan
kontraksikontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.
e.
Asas Dinamika
zat alir
Jumlah darah yang mengalir melalui jaringan merupakan faktor penting untuk penyediaan
zat makanan dan pembuangan zat ampas. Faktor fisika yang mempengaruhi aliran
darah ini sama dengan faktor fisika yang mempengaruhi aliran cairan yang
mengalir sepanjang pipa. Maka dari itu, untuk mengetahui lebih dalam mengenai
sistem peredaran, perlu diketahui mengenai asas dinamika zat alir (fluid).
Menurut Taiyeb (2008), Poiseuille seorang dokter bangsa Prancis mula-mula
ingin mengetahui antara gaya dorong jantung dengan jumlah darah yang beredar.
Ia berhasil meletakkan dasar “Science of Rheology” (studi mengenai
aliran dari suatu cairan). Ternyata penerapan berbagai hukum fisika terhadap
berbagai mahluk hidup sangat rumit, karena:
1. Darah tidak bersifat air, tetapi merupakan
cairan yang heterogen dan kompleks dan bersifat agak kental.
2. Pembuluh darah tidak merupakan pipa yang
kaku, tetapi bersifat kenyal. Ukuran pembuluh darah tergantung dari tekanan
darah dan kontraksi otot polos yang melingkari pembuluh darah.
3.
Aliran darah tidak tunak (steady) tetapi pulsatile.
Tekanan
Cairan
Pascal, seorang ahli matematika dan filsafat bangsa perancis berhasil
menciptakan beberapa hukum cairan dalam keadaan diam (statis). Ia mengemukakan
betapa pentingnya tekanan cairan yang ditimbulkan suatu cairan. Beberapa hukum
ini adalah sebagai berikut:
1. Tekanan
cairan sama besar ke semua arah.
2. Tekanan cairan pada tempat yang terletak
pada bidang mendatar sama besar.
3.
Tekanan cairan akan meningkat pada tempat yang lebih dalam.
Faktor yang mempengaruhi aliran
Aliran cairan di dalam pipa tergantung pada tekanan tahanan. Dalam bahasa
matematika, hubungan ini dapat dituliskan sebagai berikut: F = P/ R. F adalah
aliran, dalam liter/menit atau ml/menit. P adalah perbedaan tekanan, dalam mmHg
atau dyne/cm2. R adalah tahanan, dalam satuan tekanan dibagi oleh
satuan aliran. Jadi, kalau P dalam mmHg, sedangkan aliran dalam ml/menit, maka
satuan tahanannya adalah mmHg/ml/menit. Tahanan ini tidak dapat langsung
diukur, tetapi dapat dihitung berdasarkan rumus tersebut. Aliran cairan dalam
suatu pipa kaku selalu sebanding dengan perbedaan tekanan. Semakin besar
perbedaan tekanan, maka semakin besar pula alirannya. Dalam hal aliran darah,
perbedaan tekanan merupakan selisih antara tekanan di pembuluh nadi dengan tekanan
di pembuluh balik (Taiyeb. 2008)
Pembuluh darah dapat kita ibaratkan sebagai selang yang bersifat elastis,
yaitu diameternya dapat membesar atau mengecil. Sifat elastis ini sangat
bermanfaat untuk mempertahankan tekanan darah yang stabil. Pada keadaan normal,
apabila tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, maka diamater pembuluh darah
akan melebar sebagai bentuk adaptasi untuk menurunkan tekanan yang berlebih
agar menjadi normal. Sebaliknya diameter pembuluh darah akan mengecil bila
tekanan darah turun. Bila pembuluh darah mengalami kekakuan maka ia menjadi
kurang fleksibel sehingga tidak dapat melakukan antisipasi terhadap
kenaikan/penurunan tekanan darah. Elastisitas pembuluh darah tidak tetap,
pembuluh darah akan menjadi kaku seiring bertambahnya usia (misal oleh karena
terjadi pengapuran pada dindingnya) oleh karena itu tekanan darah pada orang
lanjut usia cenderung sedikit lebih tinggi dari pada orang muda,. Penyebab lain
dari kekakuan pembuluh darah adalah karena adanya tumpukan kolesterol pada dinding
sebelah dalam pembuluh darah, kolesterol juga menyebabkan penyempitan pembuluh
darah. Pembuluh darah yang kaku akan menyebabkan hipertensi (penyakit darah
tinggi), walau sebenarnya tidak semua penyakit darah tinggi disebabkan
karena kekakuan pembuluh darah. Apabila pembuluh darah menjadi kaku dan
disertai penyempitan pada sebagian besar pembuluh darah dalam tubuh seseorang,
maka tekanan darahnya dapat menjadi sangat tinggi (hipertensi berat) [3].
Persamaan Kesinambungan
Di dalam aorta darah mengalir lebih dari seribu kali lebih cepat (rata-rata
sekitar 30 cm/detik) dibandingkan dengan di dalam kapiler (sekitar 0,026
cm/detik). Untuk memahami mengapa aliran darah mengalami penurunan kecepatan,
kita perlu mempertimbangkan hukum kontinuitas (persamaan kesinambungan), yaitu
hukum mengenai aliran cairan melalui pipa. Jika diameter suatu pipa berubah
sepanjang pipa tersebut, cairan akan mengalir lebih cepat melalui segmen yang
lebih sempit dibandingkan dengan ketika ia mengalir melalui segmen yang lebih
lebar. Volume aliran per detik harus konstan di sepanjang pipa tersebut, dengan
demikian cairan pastilah mengalir lebih cepat ketika luas penampang pipa itu
menyempit (Campbell, et al. 2004).
Berdasarkan hukum kontinuitas, pada mulanya mungkin terlihat bahwa darah
harus mengalir lebih cepat melalui kapiler dibandingkan dengan melalui arteri
karena diameter kapiler jauh lebih kecil. Akan tetapi, total luas penampang
keseluruhan pipa yang mengalirkan cairan itulah yang akan menentukan laju
aliran. Meskipun satu pembuluh kapiler berukuran sangat kecil, setiap arteri
mengalirkan darah ke kapiler yang berjumlah sangat banyak, sehingga diameter
total dari pembuluh-pembuluh sebenarnya jauh lebih besar pada hamparan kapiler
dibandingkan bagian manapun dalam sistem sirkulasi. Karena hal tersebut, maka
darah akan mengalir lebih lambat ketika memasuki arteriola dari arteri dan
mengalir paling lambat dalam hamparan kapiler. Kapiler merupakan satu-satunya
pembuluh yang mempunyai dinding cukup tipis untuk memungkinkan transfer zat-zat
antara darah dan cairan interstisial, dan aliran darah yang lebih lambat
melalui pembuluh yang sangat kecil ini meningkatkan intensitas pertukaran
kimiawi tersebut. Ketika darah meninggalkan hamparan kapiler dan lewat masuk ke
venula dan vena, kecepatannya meningkat kembali, sebagai hasil dari pengurangan
total luas penampang (Campbell, et al. 2004).
Persamaan
Bernoulli
Suatu cairan seperti darah mempunyai energi kinetik dan energi potensial.
Besarnya energi kinetik per satuan volume darah sama dengan ½ v2,
sedangkan energi potensial besarnya sama dengan p + ∫ gh. Jadi jumlah total
adalah: H = p + ∫ gh + ½ v2 ..
P = tekanan, ∫ = berat jenis cairan, g = gravitasi, H = perbedaan tinggi
cairan, dan v = kecepatan linier cairan. Bernoulli menekankan bahwa H konstan.
Pada umumnya adanya variasi H menyebabkan perubahan energi per satuan volume
darah. Darah akan menghilangkan energi setiap kali datang ke kapiler, sedangkan
jantung pada waktu memompa darah akan meningkatkan energy (Taiyeb. 2008).
Persamaan
Laplace
Menurut Taiyeb (2008), Persamaan Laplace berhubungan dengan kenyataan
bahwa:
1.
Aliran darah sebanding dengan 1/r4 dari pembuluh darah
2. Meningkatnya tekanan darah mempunyai kecenderungan untuk
membesarkan pembuluh darah, maka berbagai faktor yang mempengaruhi distensi
pembuluh darah adalah penting.
Laplace menerangkan bahwa tegangan (tension) pada pembuluh darah yang
diperlukan untuk mempertahankan pembuluh darah pada diameter tertentu sebanding
dengan hasil kali tekanan transmural dengan jari-jari pembuluh darah. Tekanan
transmural adalah perbedaan tekanan antara tekanan bagian dalam dengan tekanan
bagian luar pembuluh darah. Tekanan bagian luar pembuluh darah pada
umumnya dalah tekanan udara, sehingga dapat dianggap = 0. Jadi, persamaan
Laplace dapat dituliskan : T = P x r. dengan T = tegangan, p = tekanan, dan r =
jari-jari pembuluh darah (Taiyeb. 2008).
Tekanan
Penutupan Kritis
Pada pipa gelas, hubungan antara tekanan dan aliran adalah linier, tetapi
pada pembuluh darah hubungan antara tekanan dan aliran tidak linier. Tonus
vasomotoris selalu berusaha mengecilkan pembuluh darah, sedangkan tekanan di
dalam pembuluh nadi ranting selalu berusaha untuk membesarkan pembuluh ini.
Bila tekanan didalam pembuluh nadi ranting berangsur-angsur diturunkan,
akhirnya pada suatu saat tekanan di dalamnya tidak kuat lagi menahan agar
pembuluh ini tetap terbuka. Tekanan ini disebut tekanan penutupan kritis.
Besarnya tekanan ini rata-rata 20 mmHg bila yang mengalir adlah darah dan
kurang lebih 5 mmHg bila yang mengalir adalah plasma. Dari persamaan
Laplace dapat dilihat dengan jelas, bahwa apabila tekanan di dalam pembuluh
darah menurun, diameter pembuluh darah mengecil. Akibatnya, tegangannya menurun
sekali (Taiyeb. 2008).
Faktor lain yang dapat menyebabkan terhentinya aliran darah bila tekanan
dalam diturunkan ialah faktor pembuluh darah itu sendiri, yaitu bila garis
tengah pembuluh menjadi dangat kecil, sel-sel darah merah tidak dapat melalui
pembuluh darah tersebut dan akhirnya terjadi penyumbatan aliran darah (Taiyeb.
2008).
Tahanan terhadap Aliran Darah
Menurut taiyeb (2008), tahanan terhadap aliran darah dipengaruhi oleh:
1.
Radius pembuluh darah
Besarnya tahanan tergantung dari radius pembuluh darah. Pembuluh darah yang
radiusnya kecil akan menimbulkan tahanan besar, sedangkan yang radiusnya besar
akan menimbulkan tahananan kecil. Hubungan antara tahanan dengan radius adalah
sebagai berikut: Tahanan = 1/r4 .
Beberapa
asas fisika berlaku dalam mekanisme mengalirnya darah di dalam pembuluh darah.
Asas-asas fisika tersebut yaitu Hukum Kontinuitas (persamaan kesinambungan),
Persamaan Bernoulli, dan Persamaan Laplace
f.
Tekanan Darah
Tekanan darah
adalah ukuran seberapa kuatnya
jantung meompa darah ke seluruh tubuh
Angka
Atas (Tekanan Darah Sistol) Ketika jantung berdetak, ada fase ketika jantung
memompa atau berkontraksi (seperti balon menyempit) untuk mendorong darah
melalui arteri ke seluruh tubuh. Gaya ini menimbulkan tekanan pada arteri.
Tekanan inilah yang tercatat sebagai angka atas atau disebut degan tekanan
darah sistolik. Baca juga: Detak Jantung Normal Pada orang dewasa, tekanan
darah sistolik normal adalah sama dengan atau lebih rendah dari 120 mmHg.
Ketika didaptkan tekanan darah sistolik 120-139 mmHg itu artinya tekanan darah
normal yang lebih tinggi dari nilai ideal (prehipertensi), kalau nilainya 140
atau diatasnya maka sudah masuk darah tinggi (hipertensi)
Angka
Bawah (Tekanan Darah Diastol) Angka bawah atau disebut juga dengan tekanan
darah diastolik menunjukkan tekanan pada arteri saat jantung beristirahat di
antara kontraksi. Tekanan darah diastolik normal adalah sama dengan atau lebih
rendah dari 80 mmHg. Tekanan darah diastolik antara 80 dan 89 adalah normal
tetapi lebih tinggi dari ideal. Sedangkan tekanan darah diastolik yang nilainya
90 atau lebih maka dianggap hipertensi atau tekanan darah tinggi
Tekanan
Darah Normal dan Tidak Normal Untuk memudahkan kita dalam mengingat dan
mengetahui interpretasi dari hasil pemeriksaan tekanan darah yang kita lakukan,
maka berikut ini kami sajikan tekanan darah normal, rendah, dan tinggi dalam
bentuk tabel. tabel tekanan darah normal Informasi lebih lanjut silahkan baca:
Tekanan darah rendah Tekanan darah tinggi Tips Agar Tekanan Darah Normal Terus
Lakukan Pemeriksaan Rutin Jika saat ini tekanan darah normal (kurang dari
120/80 mmHg), maka lakukan pemeriksaan lagi setidaknya sekali setiap lima
tahun. Namun, saat usia bertambah tekanan darah cenderung meningkat maka bisa
lebih sering sesuai anjuran dokter. Jika tekanan darah di atas normal sistolik
antara 120 dan 139 atau tekanan darah diastolik antara 80 dan 89 mmHg, maka
periksalah ulang setidaknya setahun sekali, atau lebih sering sesuai anjuran
dokter. Jika tekanan darah tinggi 140/90 mmHg atau lebih tinggi, maka
konsultasilah dengan dokter karena biasanya dianjurkan minum obat darah tinggi.
Tips
Gaya Hidup Sehat Agar Tekanan Darah Normal Olahraga. Olah raga akan membuat
pembuluh darah lebih elastis dan memperkuat otot jantung, mengurangi stres, dan
membantu menurunkan berat badan. Jaga Berat Badan Ideal. Berat badan berlebih
merupakan risiko darah tinggi, jadi kalau ingin tekanan darah normal terus maka
jagalah berat bedan tetap ideal. Makan sehat. Studi klinis menunjukkan bahwa
diet tinggi buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, biji-bijian,
unggas, ikan, dan kacang-kacangan dan menghindari lemak, daging merah, makanan
asin dan gula berlebih dapat menjaga tekanan darah tetap normal. Baca juga
Pantangan Darah Tinggi. Hindari rokok dan Alkohol. Ini adalah dua kebiasaan
buruk yang dapat menganggu tekanan darah normal. Alkohol meningkatkan tekanan
darah, Nikotin dalam asap rokok menyebabkan pembuluh darah mengerut dan
meningkatkan tekanan darah.
g.
Kerja jantung
Jantung
letaknya di dalam rongga dada yang dilindungi oleh rongga mediastinum. Berat
jantung mantisia berkisar 255 gram untuk laki-laki dan 340 gram untuk
perempuan. Fungsi utama jantung ialah menyebarkan darah ke seluruh tubuh.
Jantung manusia memiliki empat ruang, yang terdiri dari dua serambi
(atriuni),yaitu serambi kanan dan serambi kiri dan dua (ventrikel), yaitu bilik
kanan dan bilik kiri.
Fungsi serambi merupakan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Katup yang menghubungkan antara serambi kanan dan serambi kiri disebut katup vulvula bikuspidalis yang terletak pada jetus. Fungsi bilik ialah untuk memompa darah dari jantung. Katup yang menghubungkan antara bilik kanan dan bilik kiri disebut valvula trikuspidalis. Katup-katup tersebut diperkuat oleh korda tendinae. Fungsi katup-katup tersebut ialah untuk menjaga agar darah dari bilik tidak kembali ke serambi. Katup yang terdapat pada pangkal aorta dan pangkal arteri pulmonalis (pembuluh nadi paru-paru) disebut valvula serndunaris yang berbentuk bulan sabit. Katup ini berfungsi untuk menjaga agar darah tidak kembali ke jantung.
Detak jantung manusia berdetak sekitar 100.000 kali/hari, dan diatur oleh peacemaker. Peacemaker/pacu jantung terletak pada serambi kanan, dan bertugas mengirimkan informasi elektronik ke otot jantung untuk berkontraksi. Selain memberikan informasi ke jantung, peacemaker menerima informasi dari otak. Tiga lapisan yang menyusun jantung ialah sebagai berikut:
Fungsi serambi merupakan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Katup yang menghubungkan antara serambi kanan dan serambi kiri disebut katup vulvula bikuspidalis yang terletak pada jetus. Fungsi bilik ialah untuk memompa darah dari jantung. Katup yang menghubungkan antara bilik kanan dan bilik kiri disebut valvula trikuspidalis. Katup-katup tersebut diperkuat oleh korda tendinae. Fungsi katup-katup tersebut ialah untuk menjaga agar darah dari bilik tidak kembali ke serambi. Katup yang terdapat pada pangkal aorta dan pangkal arteri pulmonalis (pembuluh nadi paru-paru) disebut valvula serndunaris yang berbentuk bulan sabit. Katup ini berfungsi untuk menjaga agar darah tidak kembali ke jantung.
Detak jantung manusia berdetak sekitar 100.000 kali/hari, dan diatur oleh peacemaker. Peacemaker/pacu jantung terletak pada serambi kanan, dan bertugas mengirimkan informasi elektronik ke otot jantung untuk berkontraksi. Selain memberikan informasi ke jantung, peacemaker menerima informasi dari otak. Tiga lapisan yang menyusun jantung ialah sebagai berikut:
1. Perikardium
ialah lapisan terluar jantung yang merupakan membranyang membungkus jantung. Di
dalamnya berisi cairan pericardium. Cairan ini berfungsi untuk m gesekan saat
berdenyut.
2. Miokardium
ialah lapisan otot jantung yang berfungsi untuk berkontraksi jantung berdetak
selamanya.
3. Endokardium
ialah lapisan dalam yang berupa selaput yang membatasi ruang jantung
Sistem saraf
yang mengendalikan sistem kerja jantung diatur oleh sistem saraf tak sadar
dalam miokardium. Ada tiga jenis sistem saraf yang mengendalikan kerja jantung
a.simpul yang terdapat pada dinding serambi di antara vena masuk ke serambi
kanan disebut sistem Keith-Flack (nodus sino aurikularis).
1. Simpul
yang berada pada sekat serambi dengan bilik disebut simpul Tawara (nodus
atrioventrikularis).
2. Saraf
yang berada di sekat antara bilik jantung disebut berkas His.
Setiap ruang jantung akan mengendur ketika jantung
berdenyut. Akibatnya ruangan jantung akan terisi darah (diastole). Darah akan
dipompa keluar ketika jantung berkontraksi serambi kanan dan serambi kiri akan
relaksasi dan berkontraksi secara bersamaan. Bilik kanan dan bilik kiri juga akan
berkontraksi dan relaksasi secara bersamaan.
Darah dari paru-paru yang masuk ke jantung melalui pembuluh balik paru-paru (pulmonal) yang kaya oksigen masuk ke serambi kiri. Darah akan masuk kedalam bilik kiri melalui katup mitrat ketika serambi kiri ini berkontraksi. Katup mitral ini akan menutup jika bilik kiri berkontraksi, dan katup aorta akan terbuka. Selanjutnya darah yang kaya oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh
Darah dari paru-paru yang masuk ke jantung melalui pembuluh balik paru-paru (pulmonal) yang kaya oksigen masuk ke serambi kiri. Darah akan masuk kedalam bilik kiri melalui katup mitrat ketika serambi kiri ini berkontraksi. Katup mitral ini akan menutup jika bilik kiri berkontraksi, dan katup aorta akan terbuka. Selanjutnya darah yang kaya oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh
Darah kotor yang kaya karbondinksida akan masuk ke seraimbi kanan dari seluruh tubuh melalui vena kava (vena terbesar). Darah dari serambi kanan selanjutnya akan didorong, masuk ke bilik kanan. Melalui katup pulmoner, darah akan mengalir dari bilik kanan menuju arteri pulmonalis untuk dibawa paru-paru. Melalui pembuluh yang sangat kecil, darah akan mengalir mengelilingi kantong udara di paru-paru untuk menyerap oksigen dan melepaskankarbondioksida.
Darah yang kaya oksigen akan mengalir ke serambi kiri melalui vena pulmonalis. Sirkulasi pulmoner merupakan peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan serambi kiri. Dari serambi kiri, darah selanjutnya akan masuk ke bilik kiri untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuhmelaluiaorta.
Darah dalam tubuh manusia diedarkan melalui pembuluh darah sehingga peredaran manusia disebut juga peredaran darah tertutup. Peredaran darah manusia juga disebut peredaran darah ganda, sebab setiap kali siklus, darah mengalir melalui jantung sebanyak dua kali. Peredaran darah ganda terdiri dari:
Peredaran darah besar
(sistem sirkulatoria magna) merupakan peredaran darah yang mengalir dari biliki
kiri jantung menuju ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru dan kembali ke jantung
masuk serambi kanan.
Peredaran darah
kecil (sistem sirkulatori parva) merupakan darah yang mengalir dari bilik kanan
jantung menuju paru-paru dan kembali ke jantung melalui serambi kiri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan darah adalah
cairan tubuh pada manusia dan hewan lainnya yang mengangkut senyawa penting
seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel dan mentranspor produk buangan
metabolik dari sel. Sedangkan Sistem
peredaran darah manusia, atau yang disebut juga sistem kardiovaskuler merupakan suatu
sistem pemindahan nutrisi dan zat-zat tertentu melalui sistem peredaran darah
dari jantung ke seluruh sel-sel organ dalam tubuh, dan begitu pula sebaliknya
3.2 Saran
Dari makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami
tentang darah maupun sistem peredaran darah dan pembaca termotivasi untuk
mempelajari tentang darah ataupun sistem peredaran darah
DAFTAR PUSTAKA
https://dosenbiologi.com/ pengertian darah-komponen dan fungsinya(online).14.00 WIB. 22 april 2018.
https://mustikaartajaya.blogspot.id/hemoglobin (online).15.00 WIB.22 april 2018
https://kutukuliah.blogspot.id (online).15.30 WIB. 22 april 2018
https://kumpulanilmukesehatan.blogspot.id (online)19.30WIB.22 april 2018
https://artikelbermutu.com/Biologi sel(online)19.45 WIB.22 april 2018
https://catatanipa.blogspot.com/biologi/organ/sistem(online) 20.00 WIB. 22 april 2018
https://www/biologimu.com./jantung (online)22.00 WIB. 22 april 2018
https://www.aladokter.com (online)22.30 WIB.22 april 2018
https://ilmusehatnya.blogspot.id (online)23.00
WIB.22 april 2018
LAMPIRAN – LAMPIRAN
1.Cara kerja jantung
2.Darah dan
bagiannya






Tidak ada komentar:
Posting Komentar