Rabu, 25 April 2018

PROSES FISIOLOGI DAN PERUBAHAN YANG TERJADI PADA MAKHLUK HIDU


MAKALAH
PROSES FISIOLOGI DAN PERUBAHAN YANG TERJADI PADA MAKHLUK HIDUP

Dosen Pengampu
Hesty Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd












Disusun oleh :


                       Nama               : NOVA FIRDA YENA

                       NIM                : 1603005

                       Program           : S1 Pendidikan Biologi



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
TUNAS PALAPA
Lampung Tengah
2018 / 2019


KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunianya sehingga atas segala bimbingan dan petunjuknya. Penulis dapat menyelesaikan makalah tentang fisiologi dan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup. Keberhasilan makalah ini berkat kerja keras dan atas bantuan berbagai pihak. Untuk itu kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak.
Atas segala bantuan, bimbingan dan petunjuknya. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang baik. Semoga makalah ini berguna bagi pembaca. Penulis mengakui bahwa makalah ini memiliki keterbatasan dalam berbagai hal oleh karena itu tidak ada yang terselesaikan dengan sempurna. Begitu pula dengan makalah ini. Maka dari itu kritik dan saran penulis harapkan.


Terusan Nunyai,   April 2018
Penulis




Nova Firda Yena



                                                                                                    

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL..........................................................................................   i
KATA PENGANTAR.......................................................................................   ii
DAFTAR ISI......................................................................................................   iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang..........................................................................................   1
1.2  Tujuan........................................................................................................   1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Darah........................................................................................................   2
2.2 Sistem peredaran darah............................................................................   18
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...............................................................................................   33
3.2 Saran.........................................................................................................   33

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN
.


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Di dalam tubuh manusia, ada alat transportasi yang berguna sebagai pengedar oksigen dan zat makanan ke seluruh sel-sel tubuh serta mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke organ pengeluaran. Alat transportasi pada manusia terkoordinasi dalam suatu sistem yang disebut sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung, dan pembuluh darah.
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari kata Yunani yang berarti haima yang berarti darah. oleh karena itu untuk  mengetahui lebih jelas tentang darah dan peredaran darah. Penulis memperdalam mengenai  darah dan peredaran darah,dan akan dibahas dalam  makalah ini yang berjudul proses fisologi dan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup.
1.2 Tujuan
- Mengetahui fungsi darah, komponen darah, hemoglobin, figmen respirasi   lain,hemolisa, krenasi dan fragilitas, pembentukan darah, hematropit,menghitung jumlah sel darah.



- Mengetahui sistem peredaran darah ,sifat fungsional jantung , struktur jantung,konduksi dan persyaratan pada jantung ,asas dinamika  zat alir,tekanan darah dan kerja jantung


BAB II
PEMBAHASAN


2.1   Darah
Darah adalah cairan tubuh pada manusia dan hewan lainnya yang mengangkut senyawa penting seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel dan mentranspor produk buangan metabolik dari sel.
a.       Fungsi darah
-          Transportasi : Darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel yang berada di tubuh, yang akan digunakan untuk respirasi seluler/metabolisme seluler. Karbon dioksida yang diproduksi saat metabolisme dibawa kembali ke paru paru oleh darah, yang kemudian kita hembuskan keluar saat bernafas. Darah juga menyediakan sel-sel nutrisi, mentranspor hormon-hormon dan membuang produk buangan.
-          Regulasi : Darah membantu menjaga tubuh dalam keseimbangan. Contohnya,  darah membuat suhu tubu terjaga, hal ini dilakukan melalui plasma darah, yang bisa mengabsorbsi panas. Ketika pembuluh darah meluas, darah mengalir lebih lambat dan hal ini menyebabkan panas hilang. Ketika suhu lingkungan turun, pemuluh darah bisa mengerut agar kehilangan panas bisa ditekan.
-          Proteksi : Jika pembuluh darah rusak (contohnya jika tangan berdarah), trombosit bertindak sebagai penyumbat dalam area yang terluka, untuk mencegah kehilangan darah lebih lanjut. Selain itu, sel darah putih dan senyawa messenger lainnya memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

b.      Komponen darah dan fungsinya
Secara definisi, darah adalah cairan yang bergerak melalui pembuluh darah di sistem sirkulasi. Pada tubuh manusia, darah terbagi menjadi plasma, sel darah merah dan putih, dan sel trombosit.
-          Plasma
komponen utama dari darah yang terdiri dari air dengan campuran protein, ion, nutrisi, dan zat buangan. Plasma ini terdiri dari 90% air dan 10% sisanya adalah ion, protein, nutrisi, zat buangan dan gas. Ion, protein dan molekul lainnya dalam plasma memainkan peran penting dalam menjaga pH darah dan keseimbangan osmotik. Beberapa molekul dalam plasma memiliki peran yang spesifik.
Contohnya yaitu hormon yang berperan sebagai sinyal jarak jauh, antiodi yang mengidentifikasi dan menyerang patogen, dan faktor pembekuan yang membentuk pembekuan darah pada daerah luka. Lipid, seperti kolestrol, juga dibawa oleh plasma, tetapi lipid ini harus dibawa oleh protein khusus karena lipid tidak bisa bercampur dengan air.
-          Sel darah merah
Sel darah merah ini memiliki fungsi untuk membawa oksigen dan karbon dioksida yang nantinya digunakan dalam respirasi seluler dan metabolisme. Sel darah merah ini adalah sel khusus yang mensirkulasi ke seluruh tubuh dan membawa oksigen ke jaringan. Pada manusia, sel darah merah ini berukuran kecil (hanya 7 samai 8 mikro meter) dan tidak memiliki organel mitokondria dan nukleus (inti sel) ketika dewasa.)
Karakteristik-karakteristik ini memungkinkan sel darah merah untuk melaksanakan tugas sebagai pembawa molekul oksigen dengan efektif. Ukuran yang kecil membuat pertukaran gas menjadi mudah, sedangkan ketidakhadiran nukleus membuat ruang tambahan untuk hemoglobinprotein penting yang digunakan dalam transpor oksigen. Ketidakadaan mitokondria membuat sel darah merah tidak menggunakan oksigen yang ia bawa (karena fungsi sel darah merah ini membawa oksigen dan memberikannya kepada yang membutuhkan).
Pada organ paru paru, sel darah merah mengambil oksigen dan mensirkulasikannya ke seluruh tubuh, ia melepaskan oksigen ke jaringan di sekitarnya. Sel darah merah juga memainkan peran penting dalam transpor karbon dioksida (produk buangan). Sel darah merah mempunyai umur 120 hari, sel yang tua atau rusak akan dihancurkan di hati, dan sel yang baru akan diproduksi di tulang sum-sum. Produksi sel darah merah ini dikendalikan oleh hormon erythropoietinyang dilepaskan oleh organ ginjal.
-          Sel darah putih
Sel darah putih adalah bagian dari sistem imun yang berfungsi sebagai respon kekebalan tubuh. Sel yang mempunyai nama lain leukocytes ini lebih sedikit jumlahnya dari pada sel darah merah, yaitu sekitar 1% dari sel yang ada di darah. Fungsi sel darah putih bereda dengan sel darah merah, fungsinya yaitu sebagai respon kekebalan tubuh, mengidentifikasi dan menetralisir invasi dari patogen seperti bakteri dan virus
Meskipun jumlah sel darah putih lebih sedikit. tetapi ukuran sel darah putih lebih besar dari sel darah merah, dan mempunyai nukleus serta mitokondria, tidak seperti sel darah merah. Sel darah putih dibagi menjadi 2 kelompok menurut penampilannya jika dilihat melalui mikroskop, yaitu granulocytes dan  agranulocytes.
Granulocytes: Kelompok ini mempunyai granula pada sitoplasmanya ketika dilihat melalui mikroskop. Kelompok ini terdiri dari neutrophils, eosinophils, dan asophils.
Agranulocytes: Kelompok ini tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah monocytes dan lymphocytes.
Setiap jenis sel darah putih ini memainkan peran yang spesifik dalam pertahanan tubuh. Contohnya, beberapa sel darah putih berperan dalam menelan dan menghancurkan patogen, sementara yang lainnya mengidentifikasi mikroorganisme spesifik dan meluncurkan respons kekebalan tubuh untuk melawannya. Daya hidup sel darah putih tergantung dari jenis sel darah putihnya, dan sel baru diproduksi di tulang sum sum.
-          Trombosit
Trombosit bertanggung jawab terhadap pemekuan darah. Trombosit ini adalah pecahan sel yang terlibat dalam pembekuan darah. Trombosit diproduksi ketika sel yang besar, megakaryocytes dipecah menjadi kepingan, setiap satu sel ini akan memuat 2000 sampai 3000 trombosit. Trombosit biasanya berbentuk disk dan kecil, berukuran sekitar 2 sampai 4 mikrometer.
Ketika misalnya jari kita terkena pisau dan berdarah, trombosit tertarik ke tempat luka dan membentuk semacam penyumbat yang lengket. Trombosit kemudian melepaskan sinyal, yang tidak hanya menarik trombosit lainnya, tetapi juga mengaktifkan sinyal yang mengkonversi fibrinogen (protein larut air yang ada di plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak larut dalam air). Fibrin kemudian membentuk benang benang yang memperkuat penyumbat trombosit, agar mencegah kehilangan darah semakin banyak)
Pembuatan bagian-bagian darah berasal dari sel induk (stem cells). Pada sel darah dewasa, biasanya sel diproduksi di tulang sum-sum. Macam macam sel darah merah berkembang dalam beberapa tahap dari sel induk menuju sel darah atau trombosit. Sel darah putih seperti lymphocytes tidak dewasa hanya di tulang sum-sum, tapi tumbuh juga di kelenjar getah gening. Ketika sel-sel selesai tumbuh, ia dilepaskan ke peredaran darah. Beberapa senyawa messenger mengatur produksi sel-sel darah. Hormon erythropoietin, yang diproduksi di ginjal, mendorong produksi sel-sel darah merah, sementara cytokine menstimulasi produksi sel sel darah putih.

Kesimpulannya, darah adalah komponen penting pada organisme hewan, khususnya manusia. Darah berfungsi sebagai pengangkut oksigen untuk digunakan dalam respirasi seluler, sebagai mekanisme sistem imun tubuh, dan sebagai pengatur metabolisme tubuh. Komponen darah terdiri dari plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Masing-masing komponen ini mempunyai fungsi yang bervariasi dalam metabolisme tubuh.

c.       Hemoglobin
            Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di   dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-   paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari.
1. Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:
a.       Reaksi bertahap:
b.               Hb + O2 <-> HbO2
c.                HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2
d.               Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3
e.                Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4
f.       Reaksi keseluruhan:
g.               Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

d.      Derivat hemoglobin
-          Oksihemoglobin
Hemoglobin tanpa oksigen (hemoglobin tereduksi) adalah ungu muda. Hemoglobin teroksidasi penuh, dengan tiap pasangan hem + globin membawa 2 atom oksigen, berwarna kuning merah: 1 gram hemoglobin membawa 1, 34 ml oksigen (Baron.D.N , 1995 )
-          Karboksihemoglobin
Karbon monoksida yang terikat ke hemoglobin 200 kali lebih besar daripada oksigen, sehingga adanya karbon monoksida lebih mungkin terbentuk karboksihemoglobin. Karboksihemoglobin berwarna merah cheri, terutama di dalam larutan encer. ( Baron. D.N, 1995)
-          Methemoglobin
Merupakan hematin – globin yang mengandung Fe3+ OH. Pada metabolisme hemoglobin normal diedarkan oleh autooksidasi dan reduksi melalui methemoglobin. Methemoglobin adalah coklat dan methemoglobi dapat dicurigai dari warna pasien dan darah yang diencerkan serta didiagnosa dengan spektroskopi diferensial.( Baron. D.N, 1995 )
-          Sulphemoglobin
Merupakan struktur yang tidak tetap, yang berhubungan dengan methemoglobin dan juga tak dapat mengangkut oksigen pernafasan.   Sulphemoglobin juga berwarna coklat, diagnose adanya zat ini memerlukan spektroskopi dan tes kimia. ( Baron.D.N, 1995 )



-          Hemoglobin Terglikosilasi
Hemoglobin yang diikat ke glukosa untuk membentuk derivate yang stabil bagi kehidupan eritrosit. Kemana eritrosit terpapar selama kira – kira 2 bulan sebelumnya dan pada orang sehat tidak melebihi sekitar 8,5 % dari hemoglobin kita. ( Baron.D.N, 1995 )
-          Mioglobin
Hemoglobin yang disederhanakan ini terdiri dari satu hem + globin yang mengandung satu atom Fe dengan berat molekul sekitar 17.000. Ia terdapat di dalam otot rangka dan otot jantung.( Baron.D.N, 1995 )
-          Haptoglobin
Merupakan α2- globulin spesifik, yang mengikat hemoglobin pada globin,Batas rujukan bagi haptoglobin plasma total adalah 0,3 – 1,8 gram/liter. Fungsi haptoglobin adalah untuk mengkonservasi besi setelah hemolisa intravaskuler. haptoglobin bertanggung jawab terhadap ambang ginjal bagi hemoglobin. ( Baron.D.N, 1995 )
-          Hemopoksin
Merupakan β1 - glikoprotein yang terikat dengan sisa hemoglobin. Konsentrasinya didalam plasma yang normal sekitar 0,5 gram/liter(Baron.D.N, 1995)
-          Methemalbumin
Komponen ini merupakan hematin + albumin. Ia berwarna coklat adanya didalam plasma selalu abnormal. Methemalbumin dibentuk setelah hemolisa intravaskuler yang hebat. Bila haptoglobin dan hemopoksin telah disaturasi ( Baron.D.N, 1995 )
-          Hemoglobinemia dan Hemoglobinuria
Hemolisa intravaskuler dari sebab apapun melepaskan hemoglobin kedalam sirkulasi dan bertanggung jawab sekitar 10% pemecahan eritrosit. Hemoglobin difiltrasi melalui glomerulus sebagai dimer serta dapat direabsorbsi dan dimetabolis di dalam tubulus.(Baron.D.N1995)


e.       Pigmen respirasi lain

-          Klorokluorin
mengandung Fe 1,2%,BM 3.000.000, terdapat dalam plasma dan berwarna hijau,afinitas terhadap O2 lebih rendah dari Hb,Contoh = Terdapat pada Polychaeta
-          Eritokruorin
mengandung Fe,BM 1000.000,terdapat dalam plasma, Contoh ;pada protozoa dan larva beberapa insekta
-          Hemeritrin
berwarna violet ,mengandung Fe sebanyak  3x dari yang terdapat dalam    Hb ,Fe tidak terdapat dalam porfirin tapi terikat langsung pada protein, BM 120.000 terdapat dalam sel darah Contoh = cacing laut megaloma
-          Hemosianin
mengandung Cu yang terikat langsung pada protein ,tidak mengandung porfirin
BM 400.000-700.000 terdapat dalam plasma,Contoh =pada    crustasea,artropoda
-          Hemokrupein = terdapat dalam sel darah merah biri- biri,kuda, dan sapi mengandung Cu dan mempunyai BM 35.000











f.       Hemolisa

Hemolisa adalah pecahnya membran eritrosit, sehingga hemoglobin besar di dalam medium dapat bebas dan berada di sekelilingnya. Kerusakan membran eritrosit dapat disebabkan oleh penambahan larutan hipotonis, hipertonis ke dalam aliran darah. Penurunan tekanan permukaan membran eritrosit, zat/unsur kimia tertentu, pemanasan dan pendinginan akan menyebabkan rapuh karena ketuaan dalam sirkulasi darah dan lain-lain. Apabila medium disekitar wajah atau permukaan eritrosit menjadi hipotonis (karena penambahan larutan NaCl), maka medium tersebut akan masuk kedalam eritrosit melalui membran yang bersifat semipermeabel dan dapat berakibat sel eritrosit mengembang. Bila membran tidak kuat lagi menahan tekanan yang ada dalam sel eritrosit itu sendiri, maka sel itu akan pecah dan akibatnya hemoglobin akan bebas melalui sekelilingnya. Sebaliknya bila eritrosit akan menuju keluar eritrosit, akibatnya eritrosit akan keriput atau krenasi. Keriput ini dapat dikembalikkan dengan cara menambahkan cairan isotonis.

g.      Krenasi

krenasi kontraksi atau pembentukan nokta tidak normal di sekitar pinggir sel setelah dimasukkan ke dalam larutan hipertonik karena kehilangan air melalui osmosis. Secara etimologi krenasi berasal dari bahasa yunani yakni “Crenatus”. Krenasi terjadi karena lingkungan hipertonik (sel memiliki larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan larutan disekitar luar sel. Osmosis menyebabkan pergerakan air keluar dari sel yang damenyebabkan sitoplasma berkurang volumenya, sebagai akibat sel mengecil atau mengkerut.

Pada manusia yang sehat derajat hemolisa darahnya dapat disebabkan oleh kinain pada konsentrasi 10-9m dengan level darah 5 x 10-5. Hal ini mungkin juga berlaku bagi darah penderita malaria. Pada konsentrasi 10-6 metabolik kinin menimbulkan derajat hemolisis yang lebih tinggi daripada kinin dengan konsentrasi 10-2.

krenasi adalah proses pengkersel darah akibat adanya utan adalah proses pengkerutan sel darah akibat adanya larutan hipotonis dan hipertonis. Faktor penyebab krenasi yaitu adanya peristiwa osmosis yang menyebabkan adanya pergerakan air dalam sel sehingga ukuran sel menjadi berkurang atau mengecil. Proses yang sama juga terjadi pada tumbuhan yaitu plasmolisis dimana sel tumbuhan juga mengecil karena dimasukkan dalam larutan hipertonik. Krenasi ini dapat dikembalikkan dengan cara menambahkan cairan isotonis ke dalam medium luar eritrosit.

h.      Fragilitas

Fragilitas adalah gambaran kemampuan membran eritrosit menahan bertambahnya tekanan osmotik dalam sel akibat masuknya air dari medium
Keadaan normal eritrosit akan mengalami hemolisa bila tekanan osmotik mediumnya sama dengan 0,4% NaCl.
Bila eritrosit mengalami hemolisa pada konsentrasi larutan di atas 0,4%, maka eritrosit tersebut lebih rapuh dari eritrosit normal , contoh : sel eritrosit muda (yang muncul di dalam peredaran akibat terjadi infeksi/inflamasi atau kerusakan jaringan

i.        Pembentukan sel darah (Hemopoesis / hematopoiesis)

Hemopoesis atau Hematopoiesis merupakan sebutan untuk proses pembentukan darah. Tempat terjadinya hemopoesis pada manusia berpindah pindah sesuai dengan berkembangnya tubuh. Pada saat masih berbentuk janin umur 0-2 bulan dalam kandungan, pembentukannya terjadi di kantung kuning telur, janin umur 2-7 bulan membentuknya di hati atau limpa dan janin umur 5-9 bulan telah membuat sel darahnya dari sumsum tulang. Pada bayi, pembentukannya terjadi di sumsum tulang. Sedangkan saat dewasa, terjadi di tulang iga, sternum, tulang tengkorak, sacrum dan pelvis, ujung proksimal femur.
Pada orang dewasa dalam keadaan fisiologik semua hemopoesis terjadi pada sumsum tulang. Kecepatan pembentukan sel darah dikendalikan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang hematopoietik.

j.        Hematokrit

Hematokrit adalah jumlah sel darah merah dalam darah sehingga dengan melakukan pemeriksaan hematokrit maka akan kita dapatkan hasil perbandingan jumlah sel darah merah (eritrosit) terhadap volume darah.
Hematokrit Normal Standar normal antar laboratorium satu dengan lainnya bisa terdapat perbedaan, yang kelas rentang hematokrit normal tergantung pada jenis kelamin dan usia pasien. Nilai normal hematokrit yang sering digunakan adalah sebagai berikut: Pria dewasa: 38,8-50 persen Wanita dewasa: 34,9-44,5 persen Anak-anak: 33 -38% Anak-anak usia 15 tahun atau di bawahnya memiliki satu set terpisah karena kadar hematokrit (Ht) berubah dengan cepat seiring pertambahan usia. Laboratorium khusus akan menganalisis hasilnya untuk menentukan rentang hematokrit normal bagi anak usia tertentu
Hematokrit Rendah Jika diketahui kadar hematokrit terlalu tinggi atau - ---terlalu rendah, maka dapat menunjukkan berbagai masalah kesehatan. Kadar hematokrit rendah dapat menunjukkan adanya: penyakit sumsum tulang penyakit inflamasi kronik kekurangan nutrisi seperti zat besi, folat, atau vitamin B-12 pendarahan di organ-organ dalam anemia hemolitik gagal ginjal leukemia limfoma anemia sel sabit
Hematokrit Tinggi Sedangkan kadar hematokrit yang tinggi dapat menunjukkan: Penyakit jantung bawaan tumor ginjal dehidrasi penyakit paru-paru polisitemia vera Demam berdarah akibat kebocoran plasma. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, beritahu dokter jika Anda baru saja menjalani transfusi darah atau sedang hamil. Kehamilan dapat menurunkan kadar nitrogen urea darah (BUN) yang ditandai dengan meningkatnya cairan dalam tubuh sehingga kadar hematokrit lebih rendah. Transfusi darah yang baru saja dijalani juga dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Jika Anda tinggal di dataran tinggi, kadar hematokrit cenderung lebih tinggi karena jumlah oksigen yang lebih rendah sehingga sebagai kompensasinya tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah merah.

k.      Menghitung jumlah sel darah

Leukosit, Eritrosit dan Trombosit dihitung setelah diencerkan. Pada laboratorium besar, penghitungan dilakukan secara elektronik dan pengenceran otomatis sehingga memberikan hasil yang sangat akurat. Selanjutnya cara ini tak dibahas. Selain itu, masih ada cara manual yang tetap diperlukan hingga saat ini yaitu menggunakan pipet dan kamar hitung




-          Penghitungan Leukosit
Untuk menghitung lekosit, darah diencerkan dalam pipa lekosit lalu dimasukkan ke dalam kamar hitung. Pengencer yang digunakan adalah larutan Turk. Langkah-langkah pemeriksaan yang diterapkan adalah:
Hisap darah kapiler, darah EDTA atau darah oksalat sampai tanda 0,5
Hapus kelebihan darah di ujung pipet
Masukkan ujung pipet ke dalam larutan Turk dengan sudut 45o, tahan agar tetap di tanda 0,5. Isap larutan Turk hingga mencapai tanda 11. Jangan sampai ada gelembung udara
Tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet penghisap
Kocok selama 15-30 detik
Letakkan kamar hitung dengan penutup terpasang secara horisontal di atas meja
Kocok pipet selama 3 menit, jaga agar cairan tak terbuang dari pipet
Buang semua cairan di batang kapiler (3-4 tetes) dan cepat sentuhkan ujung pipet ke kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup dengan sudut 30o. Biarkan kamar hitung terisi cairan dengan daya kapilaritas
Biarkan 2-3 menit supaya lekosit mengendap
Gunakan lensa obyektif mikroskop dengan pembesaran 10 kali, fokus dirahkan ke garis-garis bagi.
Hitunglah Leukosit di empat bidang besar dari kiri atas ke kanan, ke bawah lalu ke kiri, ke bawah lalu ke kiri dan seterusnya. Untuk sel-sel pada garis, yang dihitung adalah pada garis kiri dan atas.
Jumlah lekosit per μL darah adalah: jumlah sel dikali dengan 50.

-          Penghitungan Eritrosit
Untuk menghitung eritrosit, darah diencerkan dalam pipa eritrosit lalu dimasukkan ke dalam kamar hitung. Pengencer yang digunakan adalah larutan Hayem. Langkah-langkah pemeriksaan yang diterapkan adalah:
Hisap darah kapiler, darah EDTA atau darah oksalat sampai tanda 0,5
Hapus kelebihan darah di ujung pipet
Masukkan ujung pipet ke dalam larutan Hayem dengan sudut 450, tahan agar tetap di tanda 0,5. Isap larutan Hayem hingga mencapai tanda 101. Jangan sampai ada gelembung udara Tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet penghisap
Kocok selama 15-30 detik
Letakkan kamar hitung dengan penutup terpasang secara horisontal di atas meja
Kocok pipet selama 3 menit, jaga agar cairan tak terbuang dari pipet
Buang semua cairan di batang kapiler (3-4 tetes) dan cepat sentuhkan ujung pipet ke kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup dengan sudut 300. Biarkan kamar hitung terisi cairan dengan daya kapilaritas
Biarkan 2-3 menit supaya eritrosit mengendap
Gunakan lensa obyektif mikroskop dengan pembesaran 40 kali, fokus dirahkan ke garis-garis bagi dalam bidang besar yang tengah.
Hitunglah eritrosit di 5 bidang sedang yang masing-masing tersusun atas 16 bidang kecil, dari kiri atas ke kanan, ke bawah lalu ke kiri, ke bawah lalu ke kiri dan seterusnya. Untuk sel-sel pada garis, yang dihitung adalah pada garis kiri dan atas.
Jumlah lekosit per μL darah adalah: jumlah sel dikali dengan 10000
-          Penghitungan trombosit
Ada 2 cara penghitungan trombosit yaitu cara langsung dan cara tak langsung. Cara tak langsung tidak dibahas dalam kuliah ini. Untuk menghitung trombosit secara langsung, darah diencerkan dalam pipet eritrosit lalu dimasukkan ke dalam kamar hitung. Pengencer yang digunakan adalah larutan Rees Ecker. Langkah-langkah pemeriksaan yang diterapkan adalah:
Hisap cairan Rees Ecker sampai tanda “1” dan buang lagi cairan tersebut
Hisap darah sampai tanda 0,5 dan cairan Rees Ecker sampai tanda 101 lalu kocok selama 3 menit
Lanjutkan langkah-langkah seperti penghitungan eritrosit
Biarkan kamar hitung selama 10 menit dalam posisi horisontal supaya trombosit mengandap
Hitunglah trombosit dalam seluruh bidang besar tengah dengan lensa obyektif besar
Jumlah trombosit per μL darah adalah: jumlah trombosit dikali dengan 2000


















2.2 Sistem Peredaran Darah
a.   Sistem Peredaran Darah
-     Sistem peredaran darah manusia, atau yang disebut juga sistem  kardiovaskuler merupakan suatu sistem pemindahan nutrisi dan zat-zat tertentu melalui sistem peredaran darah dari jantung ke seluruh sel-sel organ dalam tubuh, dan begitu pula sebaliknya. Darah memiliki dua sistem peredaran, yaitu :
1.      Sistem peredaran darah terbuka
2.      Sistem peredaran darah tertutup
Sehingga perlu diketahui juga bahwa manusia sebagai makhluk hidup memiliki sistem peredaran darah tertutp karena jika darah pada tubuh manusia tidak akan pernah keluar dari pembuluh darah vena, arteri atau kapiler. Darah yang beredar dalam tubuh manusia membawa zat-zat penting seperti asam amino, oksigen, karbondioksida, elektrolit, hormon, dan sebagainya ke sel-sel di seluruh tubuh, dan membawa zat-zat hasil sekresi ke sel-sel organ yang bertugas membersihkannya seperti ginjal, liver, dan sebagainya.
Mekanisme peredaran darah pada Manusia manusia memiliki fungsi yang amat penting demi kelangsungan hidup organ-organ penting di dalamnya. Sistem ini membantu menstabilkan pH dan suhu tubuh, menutrisi sel-sel, dan melawan penyakit. Pada sistem ini, cara kerja jantung, pembuluh darah, dan darah memiliki peranan terpenting dalam sistem. Bagaimana ketiga organ dan jaringan berperan dan saling terkait dalam sistem akan dijelaskan dalam struktur sistem peredaran darah.


Sistem Peredaran Darah Manusia
Dalam struktur sistem peredaran darah manusia, alat peredaran darah manusia yang sangat penting adalah jantung, darah, dan pembuluh darah.
          b.  Sifat Fungsional Jantung
1. Irritabilitas = eksitabilitas = kemampuan jantung untuk mengadakan respons bila dirangsang (terdapat platau atau dataran agar penampungan darah lebih banyak ke jantung)
2. Kontraktilitas = kemampuan jantung untuk mengadakan kontraksi (sistol) & relaksasi (diastol)masa diastol lebih panjang dari sistol
3. Konduktivitas = kemampuan jantung untuk merambatkan impuls dari bagian jantung
4. Otomatisitas & ritmisitas = kemampuan jantung untuk berdenyut secara otomatis & ritmis
5. Masa refrakter yg lama(refrakter=kehilangan sifat no. 1)

c. Struktur Jantung konduksi
Sistem konduksi jantung berfungsi menghantarkan impuls dari pemacu (pace maker) ke seluruh otot jantung sehingga terjadi kontraksi yang ritmis dan terus menerus. Sistem konduksi jantung tersusun atas:
1. Nodus sinoatrialis (NSA) yang terletak pada dinding serambi kanan, sebagai pace maker (asal mula denyut jantung) ditemukan oleh Keith dan Flack.
2. Nodus atrioventrikularis (NAV) yang terletak di dekat sekat atrioventrikuler.
3. Berkas artrioventrikularis (HIS), yang bercabang-cabang membentuk serabut Purkinje. Ditemukan oleh Wilhelm His (Jerman) dan E. Purkinje (Swedia).

Otot jantung mempunyai kemampuan berkontraksi secara mandiri (autostimulasi) dan tidak tergantung dari impuls saraf. Sel-sel otot jantung yang telah diisolasi dapat berdenyut dengan iramanya sendiri. Pada otot jantung, sel-sel ini sangat erat berhubungan dan terjadi pertukaran informasi dengan adanya gap junction pada diskus interkalaris. Bagian parasimpatis dan simpatis sistem autonom mempersarafi jantung membentuk pleksus-pleksus yang tersebar luas pada basis jantung.

Di daerah-daerah yang dekat dengan simpul sinoatrial dan atrioventrikuler, terdapat sel-sel saraf ganglion dan serabut-serabut saraf. Saraf-saraf ini mempengaruhi irama jantung, dimana perangsangan bagian parasimpatis (nervus vagus) menimbulkan perlambatan denyut jantung, sedangkan perangsangan saraf simpatis mempercepat irama pace maker.
Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak.

d.        Persyarafan Jantung

Persyarafan jantung tersusun atas sistem yang menimbulkan dan menghantarkan impuls pada jantung. Jantung diinervasi (disarafi) oleh saraf otonom yang terdiri atas saraf simpatis (epinefrin) dan parasimpatis (norepinefrin).
1. Simpatis berperan meningkatkan frekuensi denyut jantung dan kekuatan kontraksi jantung. Dengan demikian, rangsangan saraf simpatis akan berakibat meningkatnya kekuatan dan frekuensi denyut jantung.
2. Parasimpatis (norepinefrin) berperan sebaliknya, rang-sangan saraf parasimpatis akan menurunkan kekuatan dan frekuensi denyut jantung.

Periode kontraksi ini disebut sistol (systole). Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek, kira-kira 0,4 detik, yang disebut diastol(diastole), sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinoatrialis menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impulsimpuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem saraf yang disebut sistem saraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik melekat (built-in) inilah yang menghasilkan kontraksikontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

e.       Asas Dinamika zat alir

Jumlah darah yang mengalir melalui jaringan merupakan faktor penting untuk penyediaan zat makanan dan pembuangan zat ampas. Faktor fisika yang mempengaruhi aliran darah ini sama dengan faktor fisika  yang mempengaruhi aliran cairan yang mengalir sepanjang pipa. Maka dari itu, untuk mengetahui lebih dalam mengenai sistem peredaran, perlu diketahui mengenai asas dinamika zat alir (fluid).
Menurut Taiyeb (2008), Poiseuille seorang dokter bangsa Prancis mula-mula ingin mengetahui antara gaya dorong jantung dengan jumlah darah yang beredar. Ia berhasil meletakkan dasar “Science of Rheology” (studi mengenai aliran dari suatu cairan). Ternyata penerapan berbagai hukum fisika terhadap berbagai mahluk hidup sangat rumit, karena:
1.      Darah tidak bersifat air, tetapi merupakan cairan yang heterogen dan kompleks dan bersifat agak kental.
2.      Pembuluh darah tidak merupakan pipa yang kaku, tetapi bersifat kenyal. Ukuran pembuluh darah tergantung dari tekanan darah dan kontraksi otot polos yang melingkari pembuluh darah.
3.      Aliran darah tidak tunak (steady) tetapi pulsatile.

 Tekanan Cairan
Pascal, seorang ahli matematika dan filsafat bangsa perancis berhasil menciptakan beberapa hukum cairan dalam keadaan diam (statis). Ia mengemukakan betapa pentingnya tekanan cairan yang ditimbulkan suatu cairan. Beberapa hukum ini adalah sebagai berikut:
1.    Tekanan cairan sama besar ke semua arah.
2.     Tekanan cairan pada tempat yang terletak pada bidang mendatar sama besar.
3.      Tekanan cairan akan meningkat pada tempat yang lebih dalam.

   Faktor yang mempengaruhi aliran
Aliran cairan di dalam pipa tergantung pada tekanan tahanan. Dalam bahasa matematika, hubungan ini dapat dituliskan sebagai berikut: F = P/ R. F adalah aliran, dalam liter/menit atau ml/menit. P adalah perbedaan tekanan, dalam mmHg atau dyne/cm2. R adalah tahanan, dalam satuan tekanan dibagi oleh satuan aliran. Jadi, kalau P dalam mmHg, sedangkan aliran dalam ml/menit, maka satuan tahanannya adalah mmHg/ml/menit. Tahanan ini tidak dapat langsung diukur, tetapi dapat dihitung berdasarkan rumus tersebut. Aliran cairan dalam suatu pipa kaku selalu sebanding dengan perbedaan tekanan. Semakin besar perbedaan tekanan, maka semakin besar pula alirannya. Dalam hal aliran darah, perbedaan tekanan merupakan selisih antara tekanan di pembuluh nadi dengan tekanan di pembuluh balik (Taiyeb. 2008)
Pembuluh darah dapat kita ibaratkan sebagai selang yang bersifat elastis, yaitu diameternya dapat membesar atau mengecil. Sifat elastis ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan tekanan darah yang stabil. Pada keadaan normal, apabila tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, maka diamater pembuluh darah akan melebar sebagai bentuk adaptasi untuk menurunkan tekanan yang berlebih agar menjadi normal. Sebaliknya diameter pembuluh darah akan mengecil bila tekanan darah turun. Bila pembuluh darah mengalami kekakuan maka ia menjadi kurang fleksibel sehingga tidak dapat melakukan antisipasi terhadap kenaikan/penurunan tekanan darah. Elastisitas pembuluh darah tidak tetap, pembuluh darah akan menjadi kaku seiring bertambahnya usia (misal oleh karena terjadi pengapuran pada dindingnya) oleh karena itu tekanan darah pada orang lanjut usia cenderung sedikit lebih tinggi dari pada orang muda,. Penyebab lain dari kekakuan pembuluh darah adalah karena adanya tumpukan kolesterol pada dinding sebelah dalam pembuluh darah, kolesterol juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Pembuluh darah yang kaku akan menyebabkan hipertensi (penyakit darah tinggi), walau sebenarnya  tidak semua penyakit darah tinggi disebabkan karena kekakuan pembuluh darah. Apabila pembuluh darah menjadi kaku dan disertai penyempitan pada sebagian besar pembuluh darah dalam tubuh seseorang, maka tekanan darahnya dapat menjadi sangat tinggi (hipertensi berat) [3].


 Persamaan Kesinambungan
Di dalam aorta darah mengalir lebih dari seribu kali lebih cepat (rata-rata sekitar 30 cm/detik) dibandingkan dengan di dalam kapiler (sekitar 0,026 cm/detik). Untuk memahami mengapa aliran darah mengalami penurunan kecepatan, kita perlu mempertimbangkan hukum kontinuitas (persamaan kesinambungan), yaitu hukum mengenai aliran cairan melalui pipa. Jika diameter suatu pipa berubah sepanjang pipa tersebut, cairan akan mengalir lebih cepat melalui segmen yang lebih sempit dibandingkan dengan ketika ia mengalir melalui segmen yang lebih lebar. Volume aliran per detik harus konstan di sepanjang pipa tersebut, dengan demikian cairan pastilah mengalir lebih cepat ketika luas penampang pipa itu menyempit (Campbell, et al. 2004).
Berdasarkan hukum kontinuitas, pada mulanya mungkin terlihat bahwa darah harus mengalir lebih cepat melalui kapiler dibandingkan dengan melalui arteri karena diameter kapiler jauh lebih kecil. Akan tetapi, total luas penampang keseluruhan pipa yang mengalirkan cairan itulah yang akan menentukan laju aliran. Meskipun satu pembuluh kapiler berukuran sangat kecil, setiap arteri mengalirkan darah ke kapiler yang berjumlah sangat banyak, sehingga diameter total dari pembuluh-pembuluh sebenarnya jauh lebih besar pada hamparan kapiler dibandingkan bagian manapun dalam sistem sirkulasi. Karena hal tersebut, maka darah akan mengalir lebih lambat ketika memasuki arteriola dari arteri dan mengalir paling lambat dalam hamparan kapiler. Kapiler merupakan satu-satunya pembuluh yang mempunyai dinding cukup tipis untuk memungkinkan transfer zat-zat antara darah dan cairan interstisial, dan aliran darah yang lebih lambat melalui pembuluh yang sangat kecil ini meningkatkan intensitas pertukaran kimiawi tersebut. Ketika darah meninggalkan hamparan kapiler dan lewat masuk ke venula dan vena, kecepatannya meningkat kembali, sebagai hasil dari pengurangan total luas penampang (Campbell, et al. 2004).
Persamaan Bernoulli
Suatu cairan seperti darah mempunyai energi kinetik dan energi potensial. Besarnya energi kinetik per satuan volume darah sama dengan ½ v2, sedangkan energi potensial besarnya sama dengan p + ∫ gh. Jadi jumlah total adalah: H = p +  ∫ gh + ½ v2 ..
P = tekanan, ∫ = berat jenis cairan, g = gravitasi, H = perbedaan tinggi cairan, dan v = kecepatan linier cairan. Bernoulli menekankan bahwa H konstan. Pada umumnya adanya variasi H menyebabkan perubahan energi per satuan volume darah. Darah akan menghilangkan energi setiap kali datang ke kapiler, sedangkan jantung pada waktu memompa darah akan meningkatkan energy (Taiyeb. 2008).

Persamaan Laplace
Menurut Taiyeb (2008), Persamaan Laplace berhubungan dengan kenyataan bahwa:
1.      Aliran darah sebanding dengan 1/r4 dari pembuluh darah
2.  Meningkatnya tekanan darah mempunyai kecenderungan untuk membesarkan pembuluh darah, maka berbagai faktor yang mempengaruhi distensi pembuluh darah adalah penting.
Laplace menerangkan bahwa tegangan (tension) pada pembuluh darah yang diperlukan untuk mempertahankan pembuluh darah pada diameter tertentu sebanding dengan hasil kali tekanan transmural dengan jari-jari pembuluh darah. Tekanan transmural adalah perbedaan tekanan antara tekanan bagian dalam dengan tekanan bagian luar pembuluh darah. Tekanan bagian luar pembuluh darah  pada umumnya dalah tekanan udara, sehingga dapat dianggap = 0. Jadi, persamaan Laplace dapat dituliskan : T = P x r. dengan T = tegangan, p = tekanan, dan r = jari-jari pembuluh darah (Taiyeb. 2008).
Tekanan Penutupan Kritis
Pada pipa gelas, hubungan antara tekanan dan aliran adalah linier, tetapi pada pembuluh darah hubungan antara tekanan dan aliran tidak linier. Tonus vasomotoris selalu berusaha mengecilkan pembuluh darah, sedangkan tekanan di dalam pembuluh nadi ranting selalu berusaha untuk membesarkan pembuluh ini. Bila tekanan didalam pembuluh nadi ranting berangsur-angsur diturunkan, akhirnya pada suatu saat tekanan di dalamnya tidak kuat lagi menahan agar pembuluh ini tetap terbuka. Tekanan ini disebut tekanan penutupan kritis. Besarnya tekanan ini rata-rata 20 mmHg bila yang mengalir adlah darah dan kurang lebih 5 mmHg bila yang mengalir adalah plasma.  Dari persamaan Laplace dapat dilihat dengan jelas, bahwa apabila tekanan di dalam pembuluh darah menurun, diameter pembuluh darah mengecil. Akibatnya, tegangannya menurun sekali (Taiyeb. 2008).
Faktor lain yang dapat menyebabkan terhentinya aliran darah bila tekanan dalam diturunkan ialah faktor pembuluh darah itu sendiri, yaitu bila garis tengah pembuluh menjadi dangat kecil, sel-sel darah merah tidak dapat melalui pembuluh darah tersebut dan akhirnya terjadi penyumbatan aliran darah (Taiyeb. 2008).
 Tahanan terhadap Aliran Darah
Menurut taiyeb (2008), tahanan terhadap aliran darah dipengaruhi  oleh:
1.      Radius pembuluh darah
Besarnya tahanan tergantung dari radius pembuluh darah. Pembuluh darah yang radiusnya kecil akan menimbulkan tahanan besar, sedangkan yang radiusnya besar akan menimbulkan tahananan kecil. Hubungan antara tahanan dengan radius adalah sebagai berikut: Tahanan = 1/r4 .
Beberapa asas fisika berlaku dalam mekanisme mengalirnya darah di dalam pembuluh darah. Asas-asas fisika tersebut yaitu Hukum Kontinuitas (persamaan kesinambungan), Persamaan Bernoulli, dan Persamaan Laplace


f.       Tekanan Darah

Tekanan darah adalah ukuran seberapa kuatnya jantung meompa darah ke seluruh tubuh
Angka Atas (Tekanan Darah Sistol) Ketika jantung berdetak, ada fase ketika jantung memompa atau berkontraksi (seperti balon menyempit) untuk mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh. Gaya ini menimbulkan tekanan pada arteri. Tekanan inilah yang tercatat sebagai angka atas atau disebut degan tekanan darah sistolik. Baca juga: Detak Jantung Normal Pada orang dewasa, tekanan darah sistolik normal adalah sama dengan atau lebih rendah dari 120 mmHg. Ketika didaptkan tekanan darah sistolik 120-139 mmHg itu artinya tekanan darah normal yang lebih tinggi dari nilai ideal (prehipertensi), kalau nilainya 140 atau diatasnya maka sudah masuk darah tinggi (hipertensi)
Angka Bawah (Tekanan Darah Diastol) Angka bawah atau disebut juga dengan tekanan darah diastolik menunjukkan tekanan pada arteri saat jantung beristirahat di antara kontraksi. Tekanan darah diastolik normal adalah sama dengan atau lebih rendah dari 80 mmHg. Tekanan darah diastolik antara 80 dan 89 adalah normal tetapi lebih tinggi dari ideal. Sedangkan tekanan darah diastolik yang nilainya 90 atau lebih maka dianggap hipertensi atau tekanan darah tinggi

Tekanan Darah Normal dan Tidak Normal Untuk memudahkan kita dalam mengingat dan mengetahui interpretasi dari hasil pemeriksaan tekanan darah yang kita lakukan, maka berikut ini kami sajikan tekanan darah normal, rendah, dan tinggi dalam bentuk tabel. tabel tekanan darah normal Informasi lebih lanjut silahkan baca: Tekanan darah rendah Tekanan darah tinggi Tips Agar Tekanan Darah Normal Terus Lakukan Pemeriksaan Rutin Jika saat ini tekanan darah normal (kurang dari 120/80 mmHg), maka lakukan pemeriksaan lagi setidaknya sekali setiap lima tahun. Namun, saat usia bertambah tekanan darah cenderung meningkat maka bisa lebih sering sesuai anjuran dokter. Jika tekanan darah di atas normal sistolik antara 120 dan 139 atau tekanan darah diastolik antara 80 dan 89 mmHg, maka periksalah ulang setidaknya setahun sekali, atau lebih sering sesuai anjuran dokter. Jika tekanan darah tinggi 140/90 mmHg atau lebih tinggi, maka konsultasilah dengan dokter karena biasanya dianjurkan minum obat darah tinggi.

Tips Gaya Hidup Sehat Agar Tekanan Darah Normal Olahraga. Olah raga akan membuat pembuluh darah lebih elastis dan memperkuat otot jantung, mengurangi stres, dan membantu menurunkan berat badan. Jaga Berat Badan Ideal. Berat badan berlebih merupakan risiko darah tinggi, jadi kalau ingin tekanan darah normal terus maka jagalah berat bedan tetap ideal. Makan sehat. Studi klinis menunjukkan bahwa diet tinggi buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, biji-bijian, unggas, ikan, dan kacang-kacangan dan menghindari lemak, daging merah, makanan asin dan gula berlebih dapat menjaga tekanan darah tetap normal. Baca juga Pantangan Darah Tinggi. Hindari rokok dan Alkohol. Ini adalah dua kebiasaan buruk yang dapat menganggu tekanan darah normal. Alkohol meningkatkan tekanan darah, Nikotin dalam asap rokok menyebabkan pembuluh darah mengerut dan meningkatkan tekanan darah.

g.      Kerja jantung

Jantung letaknya di dalam rongga dada yang dilindungi oleh rongga mediastinum. Berat jantung mantisia berkisar 255 gram untuk laki-laki dan 340 gram untuk perempuan. Fungsi utama jantung ialah menyebarkan darah ke seluruh tubuh. Jantung manusia memiliki empat ruang, yang terdiri dari dua serambi (atriuni),yaitu serambi kanan dan serambi kiri dan dua (ventrikel), yaitu bilik kanan dan bilik kiri.

Fungsi serambi merupakan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Katup yang menghubungkan antara serambi kanan dan serambi kiri disebut katup vulvula bikuspidalis yang terletak pada jetus. Fungsi bilik ialah untuk memompa darah dari jantung. Katup yang menghubungkan antara bilik kanan dan bilik kiri disebut valvula trikuspidalis. Katup-katup tersebut diperkuat oleh korda tendinae. Fungsi katup-katup tersebut ialah untuk menjaga agar darah dari bilik tidak kembali ke serambi. Katup yang terdapat pada pangkal aorta dan pangkal arteri pulmonalis (pembuluh nadi paru-paru) disebut valvula serndunaris yang berbentuk bulan sabit. Katup ini berfungsi untuk menjaga agar darah tidak kembali ke jantung.

Detak jantung manusia berdetak sekitar 100.000 kali/hari, dan diatur oleh peacemaker. Peacemaker/pacu jantung terletak pada serambi kanan, dan bertugas mengirimkan informasi elektronik ke otot jantung untuk berkontraksi. Selain memberikan informasi ke jantung, peacemaker menerima informasi dari otak. Tiga lapisan yang menyusun jantung ialah sebagai berikut:
1.      Perikardium ialah lapisan terluar jantung yang merupakan membranyang membungkus jantung. Di dalamnya berisi cairan pericardium. Cairan ini berfungsi untuk m gesekan saat berdenyut.
2.      Miokardium ialah lapisan otot jantung yang berfungsi untuk berkontraksi jantung berdetak selamanya.
3.      Endokardium ialah lapisan dalam yang berupa selaput yang membatasi ruang jantung
Sistem saraf yang mengendalikan sistem kerja jantung diatur oleh sistem saraf tak sadar dalam miokardium. Ada tiga jenis sistem saraf yang mengendalikan kerja jantung a.simpul yang terdapat pada dinding serambi di antara vena masuk ke serambi kanan disebut sistem Keith-Flack (nodus sino aurikularis).
1.      Simpul yang berada pada sekat serambi dengan bilik disebut simpul Tawara (nodus atrioventrikularis).
2.      Saraf yang berada di sekat antara bilik jantung disebut berkas His.
Setiap ruang jantung akan mengendur ketika jantung berdenyut. Akibatnya ruangan jantung akan terisi darah (diastole). Darah akan dipompa keluar ketika jantung berkontraksi serambi kanan dan serambi kiri akan relaksasi dan berkontraksi secara bersamaan. Bilik kanan dan bilik kiri juga akan berkontraksi dan relaksasi secara bersamaan.

Darah dari paru-paru yang masuk ke jantung melalui pembuluh balik paru-paru (pulmonal) yang kaya oksigen masuk ke serambi kiri. Darah akan masuk kedalam bilik kiri melalui katup mitrat ketika serambi kiri ini berkontraksi. Katup mitral ini akan menutup jika bilik kiri berkontraksi, dan katup aorta akan terbuka. Selanjutnya darah yang kaya oksigen akan
diedarkan ke seluruh tubuh


Darah kotor yang kaya karbondinksida akan masuk ke seraimbi kanan dari seluruh tubuh melalui vena kava (vena terbesar). Darah dari serambi kanan selanjutnya akan didorong, masuk ke bilik kanan. Melalui katup pulmoner, darah akan mengalir dari bilik kanan menuju arteri pulmonalis untuk dibawa paru-paru. Melalui pembuluh yang sangat kecil, darah akan mengalir mengelilingi kantong udara di paru-paru untuk menyerap oksigen dan melepaskankarbondioksida.


Darah yang kaya oksigen akan mengalir ke serambi kiri melalui vena pulmonalis. Sirkulasi pulmoner merupakan peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan serambi kiri. Dari serambi kiri, darah selanjutnya akan masuk ke bilik kiri untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuhmelaluiaorta.
Darah dalam tubuh manusia diedarkan melalui pembuluh darah sehingga peredaran manusia disebut juga peredaran darah tertutup. Peredaran darah manusia juga disebut peredaran darah ganda, sebab setiap kali siklus, darah mengalir melalui jantung sebanyak dua kali. Peredaran darah ganda terdiri dari:
Peredaran darah besar (sistem sirkulatoria magna) merupakan peredaran darah yang mengalir dari biliki kiri jantung menuju ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru dan kembali ke jantung masuk serambi kanan.
Peredaran darah kecil (sistem sirkulatori parva) merupakan darah yang mengalir dari bilik kanan jantung menuju paru-paru dan kembali ke jantung melalui serambi kiri.




























BAB III
PENUTUP


3.1   Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan darah adalah cairan tubuh pada manusia dan hewan lainnya yang mengangkut senyawa penting seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel dan mentranspor produk buangan metabolik dari sel. Sedangkan Sistem peredaran darah manusia, atau yang disebut juga sistem  kardiovaskuler merupakan suatu sistem pemindahan nutrisi dan zat-zat tertentu melalui sistem peredaran darah dari jantung ke seluruh sel-sel organ dalam tubuh, dan begitu pula sebaliknya
3.2  Saran
Dari makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami tentang darah maupun sistem peredaran darah dan pembaca termotivasi untuk mempelajari tentang darah ataupun sistem peredaran darah








DAFTAR PUSTAKA



https://dosenbiologi.com/ pengertian darah-komponen dan  fungsinya(online).14.00 WIB. 22 april 2018.
https://mustikaartajaya.blogspot.id/hemoglobin (online).15.00 WIB.22 april 2018
https://kutukuliah.blogspot.id (online).15.30 WIB. 22 april 2018
https://kumpulanilmukesehatan.blogspot.id (online)19.30WIB.22 april 2018
https://artikelbermutu.com/Biologi sel(online)19.45 WIB.22 april 2018
https://www/biologimu.com./jantung (online)22.00 WIB. 22 april 2018
https://www.aladokter.com (online)22.30 WIB.22 april 2018
https://ilmusehatnya.blogspot.id   (online)23.00 WIB.22 april 2018







LAMPIRAN – LAMPIRAN

1.Cara kerja jantung









                   2.Darah dan bagiannya















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERKEMBANGAN HEWAN AYAM

https://drive.google.com/open?id=1VNxgXz5w6hBnaOot48HQxCsZLIErmB02